YOGYAKARTA, fornews.co—Potensi gempa di zona lingkar Cincin Api Pasifik diakibatkan oleh gerak lempeng tektonik aktif. Cincin Api Pasifik berbentuk tapal kuda merupakan zona sabuk gempa paling aktif di dunia.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada di Selatan Jawa yang rawan tsunami dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan Zona Megathrust terus melakukan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan pentingnya memberikan pengetahuan tentang mitigasi kebencanaan kepada masyarakat khususnya yang berada di wilayah rawan bencana.
“Kegiatan ini penting dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan masyarakat siaga bencana gempa bumi dan tsunami,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, sebagai narasumber Sekolah Lapang Geofisika (SLG), Selasa (16/3/2021).
Menurut Kepala pejabat BMKG itu, adanya kegiatan sekolah lapang geofisika diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya.
Selain itu, kegiatan sekolah lapang geofisika bertujuan untuk menguatkan koordinasi antara UPT Geofisika sebagai perpanjangan tangan BMKG pusat dengan stakeholder BMKG di daerah.
Sekolah Lapang Geofisika (SLG) yang diselenggarakan BMKG itu diikuti sebanyak 53 peserta terbagi di dua tempat, yakni di Balai Desa Glagah, Kulonprogo dengan 32 peserta dan sebanyak 21 peserta di Balai Desa Kemadang, Gunungkidul.
Sekolah lapang gesofisika bertajuk “Masyarakat Siaga Tsunami” pada 16-17 Maret 2021 dilakukan secara hybrid melalui daring dan luring berisi dengan berbagai ilmu pengetahuan gempa bumi dan tsunami. (adam)

















