PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Kota Palembang tetap berharap, restorasi Sungai Sekanak Lambidaro Palembang bisa menjadi proyek multi years. Hal ini disampaikan Wali Kota Palembang Harnojoyo saat pencanangannya, Rabu (5/5).
“Totalnya sepanjang 11,7 km, baru 500 meter yang sudah direstorasi, tersisa 10 km lagi. Artinya butuh 10 tahun lagi. Karena sudah masuk proyek strategis nasional (PSN), kita berupaya bersama agar proyek ini bisa multi years, agar tahun 2024 warga bisa menikmati sungai ini sebagai destinasi wisata,” ungkapnya disimak dari siaran langsung Instagram Tim Protokol Setda Palembang.
Harnojoyo mengatakan, impian mengembalikan fungsi Sungai Sekanak – Lambidaro sebagai sungai agar dapat bermanfaat bagi masyarakat sudah lama dicetuskan. Berawal dari gelaran lomba bidar di sungai tersebut. Tapi kondisi air sungainya saat itu surut dan menyisakan seperti air comberan. Tapi lomba bidar tetap diselenggarakan dan masyarakat sekitar rusun ramai menyaksikan gelaran itu.
“Berkaca dengan situasi itu, maka Pemkot Palembang memimpikan merestorasi Sungai Sekanak. Di samping sebagai sumber air dan pengendali banjir, ke depan diharapkan dapat menjadi ikon dan destinasi wisata,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Birendrajana mengatakan, upaya pengendalian banjir Sungai Sekanak untuk tahun anggaran 2021 siap dilaksanakan. Diakuinya, usulan kegiatan sudah sejak lama dan dana anggaran di tahun lalu terkena imbas refocusing untuk penanganan Covid-19.
Beruntung, tahun ini dana kegiatan bisa dialokasikan. Kontrak sudah ditandatangani pada awal Februari. Kegiatan sudah dimulai pada 10 Februari 2021. Artinya sudah dua bulanan berjalan. “Sejauh ini progresnya baru 17,44 persen,” sebutnya.
Adapun rincian kegiatan tahun 2021, pelaksanaan restorasi dimulai dari jembatan karang sampai jembatan pasar 26 Ilir dengan panjang 350 meter. Selanjutnya dari jembatan pasar sampai jembatan tengah kawasan sepanjang 150 meter.
“Total 500 meter yang bisa dilaksanakan tahun ini. Kelancaran 2021 tentu akan dapat memberi dampak untuk kebijakan pengalokasian tahun berikutnya. Kita harap tahun 2022 bisa dilanjutkan,” terangnya. (yas)

















