FORNEWS.CO
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • All
    • Asian Games 2018
    • Babel Muba United
    • Ragam Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    Ilustrasi PSSI. (fornews.co/pssi.org)

    Viralnya Sejumlah Insiden di Putaran Provinsi Liga 4, Bikin PSSI Langsung Gelar Rapat Darurat

    Asisten pelatih Timnas Indonesia, Cesar Meylan. (fornews.co/ist)

    Profil Cesar Meylan, Ilmuwan Olahraga Pendamping John Herdman sebagai Asisten Pelatih Timnas

    John Herdman resmi menjadi Head Coach Timnas Indonesia, Sabtu (3/1/2026). (fornews.co/ist)

    Profil John Herdman, Pelatih Asal Inggris yang Resmi Jabat Head Coach Timnas Indonesia

    Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto saat melakukan seleksi Timnas U-20 di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, beberapa hari lalu. (fornews.co/ist)

    Seleksi Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto Incar Pemain yang Mampu Bermain secara Gameplay

    Marselino Ferdinan tak bisa tampil bersama Timnas Indonesia U-22 pada SEA Games 2025, lantaran dibekap cedera hamstring. (fornews.co/ist)

    Cedera Hamstring Bikin Marselino Gagal Tampil di SEA Games 2025, Indra Sjafri Siapkan Dua Nama Ini

    Menpora Erick Thohir, saat memberikan keterangan pers kepada awak media usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/11/2025). (fornews.co/tangkap layar)

    Tiga Arahan Presiden Soal Peningkatan Kesejahteraan Atlet dan Ekosistem Pembinaan Olahraga Nasional

    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • All
    • Advertorial
    • Berita Foto
    • Feature
    • Gaya Hidup
    • Hukum dan Kriminal
    • Kesehatan
    • Opini
    • Peristiwa
    DINDING rumah milik salah satu warga Kabupaten Pacitan rontok setelah digoyang gempa berkekuatan M6,4 pada Jum'at dini hari, 6 Februari 2026. (foto fornews.co/bpbd pacitan)

    Gempa Pacitan M6,4 Guncang DIY, 11 Kapanewon dan Puluhan Warga Terdampak

    ILUSTRASI (grafis fornews.co)

    Pendataan Dampak Gempa di DIY masih Berlangsung, Bantul Alami Kerusakan Terbanyak

    ILUSTRASI (foto fornews.co/usgs)

    BMKG Merilis Laporan Gempa Jum’at Dini Hari

    ILUSTRASI (grafis fornews.co)

    Rentetan Gempa Jum’at Dini Hari, Satu di Antaranya paling Mengguncang Pulau Jawa

    SALAH satu teras rumah milik warga Peden, Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ambruk saat gempa terjadi pada Jum'at dini hari, 6 Februari 2026.  (foto fornews.co/tim fnc)

    Gempa Pacitan Terasa hingga 26 Wilayah di Pulau Jawa

    TIGA personel Manggala Agni tampak berusaha memadamkan api yang menjalar di perkebunan sawit, Rabu, 4 Februari. (foto fornews.co/gakkum kehutanan)

    Karhutla Riau Meluas, Manggala Agni Kerahkan Tim di Dumai, Bengkalis, dan Siak

    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
Sabtu, 7 Februari 2026
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
No Result
View All Result
Home Lain-lain Gaya Hidup

Bertani Organik: Murah, Sehat dan Ramah Lingkungan

Selasa, 23 Juli 2019 | 02:13
A A
Direktur INAGri sekaligus instruktur Sekolah Lapang Petani Gambut BRG, Syahroni, memperagakan cara pembuatan arang sekam secara sederhana kepada petani gambut di Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Minggu (20/07). (fornews.co/ibrahim)

Direktur INAGri sekaligus instruktur Sekolah Lapang Petani Gambut BRG, Syahroni, memperagakan cara pembuatan arang sekam secara sederhana kepada petani gambut di Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Minggu (20/07). (fornews.co/ibrahim)

Masyarakat di lahan gambut diarahkan untuk menjalankan sistem pertanian dengan cara organik. Bertani organik, diyakini memberi keuntungan besar bagi petani, karena biaya yang murah, menghasilkan makanan yang sehat serta ramah terhadap lingkungan.

Bertani organik, merupakan sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Satu hal yang memungkinkan petani dapat menerapkan sistem pertanian organik, karena bahan baku pembuatan pupuk organik telah tersedia di sekitar mereka.

“Semua sudah tersedia di sekitar kita. Tinggal kapan kita akan memulainya. Bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya besar, sebagaimana harga pupuk pertanian pabrikan (terkandung unsur kimia),” ujar Direktur INAgri Syahroni, di sela pelatihan pertanian organik di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Sari Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Minggu (21/07).

BacaJuga

Hadapi Musim Kemarau, BPBD Sumsel Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca pada Lahan Gambut di Lima Daerah

MV3-EV PANDU, Kendaraan Listrik Taktis Ramah Lingkungan Karya PT Pindad Diluncurkan Presiden Prabowo

Alih Fungsi Lahan Pertanian di DIY Sebabkan 15 Kecamatan Miskin

Load More

Sebelumnya, ia juga memberikan pelatihan pertanian organik di Ponpes Al Ittihad, Desa Mulyasari, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin. Pelatihan dan pendampingan pertanian organik terus ia lakukan, bagi petani di lahan gambut maupun di lahan mineral bail di Sumsel, Riau, Jambi, juga di Kalimantan (lahan gambut) juga di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, pada umumnya petani di lahan gambut dalam mengola pertanian selain sistem bakar atau pemanfaatan pupuk kimia untuk mengurangi kadar asam, dan menyuburkan tanaman masih dilakukan. Padahal cara ini justru dapat berdampak buruk terhadap keberlangsung lahan pertanian dan ekosistem gambut.

“Untuk merubah kebiasaan ini, memang tidak mudah. Perlu pendampingan, serta memberikan pemahaman serta kemampuan untuk memproduksi NPK (nitrogen, phosphor dan kalium) yang tadinya didapat dari pupuk kimia, diajarkan membuat pupuk organik,” ujar instruktur Sekolah Lapang Petani Gambut BRG ini.

Ia menguraikan, bagaimana kerja pupuk kimia yang semakin lama produktifitas pertanian menurun sementara biaya pertanian semakin mahal. Karena, sifat tanah padat dan kadar asam tinggi sehingga bergantung serta kadar pupuk kimia yang digunakan semakin banyak.

“Padahal untuk menurunkan kadar asam, tidaklah mahal dan mudah. Dalam satu hektar, dibutuhkan kurang lebih dua karung arang sekam (kulit padi). Paling biayanya kurang lebih 25.000 perhektar untuk membeli sekam, baru diproses menjadi arang sekam,” terangnya.

Tanaman kangkung sebagai salah satu budidaya pertanian organik di Demplot Sekolah Lapang Petani Gambut, di Desa Bangsal, Kecamatan Pampangan, OKI, Jumat (19/07). (fornews.co/ibrahim)

Sedangkan, untuk pupuk organik bisa manfaatkan daun kering, kotoran ternak, buah-buahan dan sayuran busuk, serta sisa makanan (nasi). Semua itu akan bisa memberikan unsur NPK (kebutuhan tanaman), menggantikan pupuk kimia.

“Pembuatannya memang membutuhkan beberapa waktu baru bisa digunakan, tapi kalau sudah tersistem, maka itu tidak akan lagi masalah. Sejauh pendampingi yang kami lakukan, masyarakat mulai tertarik dengan cara ini (bertani organik) dan ada yang berhasil,” tuturnya.

Kesempatan yang sama, Deputi III Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A Safitri menyampaikan, pertanian organik dinilai jauh lebih unggul ketimbang bergantung pada kimia. Yang paling diunggulkan adalah hasil produksinya, karena terbebas dari kandungan kimia (sehat) harganya juga lebih tinggi.

“Contoh kankung, di kota besar (Jakarta) kalau dari pertanian kimia, itu harganya sekitar Rp3.000 perikat. Tapi kalau organik itu Rp9.000. Artinya tiga kali lipat perbandingan harganya. Dan ini laku. Karena masyarakat kota sekarang, juga mulai mempertimbangkan faktor kesehatan,” ujarnya kepada petani di Lalan, pada acara Doa dan Sosialisasi guna mengantisipasi kebakaran lahan di musim kemarau bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU).

Ia menjelaskan, dengan pertanian organik selain memberi keuntungan bagi petani, juga ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, Myrna berharap, pemanfaatan lahan gambut secara berkelanjutan dapat tetap menjaga ekosistem gambut.

“Karena, pola bertani dengan cara membakar dan penggunaan zat kimia dalam pertanian, dampaknya sangat luas dan kerusakan jangka panjang. Lahan gambut yang sudah rusak, tidak mudah dan butuh waktu sangat lama untuk bisa pulih,” ucapnya.

Lebih jauh disampaikan, BRG dalam upaya restorasi lahan gambut yang terbakar pada 2015 silam, khususnya di Sumsel, setidaknya 100.000 hektar lebih sudah dilakukan pembahasan dari taget 120.000 hektar lebih.

Wakil Ketua LPPNU, Budi Ilham Nasution memgimbau kepada petani di Lalan, Muba, dan Tanjung Lago, Banyuasin, agar beralih pada sistem pertanian organik. Ia juga bertekad untuk mendorong pertanian, agar masyarakat bisa sejahtera dan alam tetap terjaga.

“Umumnya lahan gambut kadar asam atau kadar PH diangka 3-5. Jelas tidak mudah tanaman bisa tumbuh. Maka perlu cara yang sehat dan ramah lingkungan. Tidak dengan membakar atau menggunakan zat kimia pada tanah dan tanaman,” imbaunya.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan ini, juga siap memperjuangkan usulan yang datang kaitan dengan budi daya perikanan. Ia mencontohkan, bagaimana salah satu daerah di jawa memadukan pertanian dan perikanan (mina tani).

“Hal ini perlu dicoba dan dikembangkan di daerah-daerah yang memang memungkinkan untuk itu (mina tani). Banyak yang bisa dilakukan, asal kita tekun dan mengikuti aturan yang ada,” katanya. (ars)

Bagikan Ke

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)
Tags: GambutOrganikRamah LingkunganSehatTani
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tak Repot Antre, Bayar PBB Bisa di Minimarket

Next Post

Dewan Setuju Pemkab Gandeng PT SMI untuk Pembiayaan Pengembangan RSUD Sekayu

Please login to join discussion
DINDING rumah milik salah satu warga Kabupaten Pacitan rontok setelah digoyang gempa berkekuatan M6,4 pada Jum'at dini hari, 6 Februari 2026. (foto fornews.co/bpbd pacitan)
Peristiwa

Gempa Pacitan M6,4 Guncang DIY, 11 Kapanewon dan Puluhan Warga Terdampak

Jumat, 6 Februari 2026

JOGJA, fornews.co -- Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta diguncang gempa bumi cukup kuat pada Jum'at dini hari, 6 Februari 2026. Getaran...

Read more
ILUSTRASI (grafis fornews.co)

Pendataan Dampak Gempa di DIY masih Berlangsung, Bantul Alami Kerusakan Terbanyak

Jumat, 6 Februari 2026
Penampakan Sekretariat DPD PDIP Sumsel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Palembang, yang tak lagi terlihat pagar pembatas, namun lebih terbuka dan menyatu dengan trotoar. (fornews.co/foto:ist)

Pagar Markas Banteng Sumsel Dirobohkan, Devi Suhartoni Sebut tentang Pilihan Politik yang Sadar

Jumat, 6 Februari 2026
ILUSTRASI (foto fornews.co/usgs)

BMKG Merilis Laporan Gempa Jum’at Dini Hari

Jumat, 6 Februari 2026
ILUSTRASI (grafis fornews.co)

Rentetan Gempa Jum’at Dini Hari, Satu di Antaranya paling Mengguncang Pulau Jawa

Jumat, 6 Februari 2026
No Result
View All Result
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
  • Login

© 2019 FORNEWS.co | PT.SENTRAL INFORMASI BERDAYA.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In