FORNEWS.CO
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • All
    • Asian Games 2018
    • Babel Muba United
    • Ragam Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    Siswa SMPN 9 Palembang, Fatih Noor Kertanegara, usai penyerahan medali juara 1 O2SN Tingkat Kota Palembang Tahun 2026 cabor Panjat Tebing, di Venue Panjat Tebing JSC Palembang, Minggu (14/6/2026). (fornews.co/foto: ist)

    Cabor Panjat Tebing O2SN Tingkat Kota Palembang, Siswa SMPN 9 Rebut Juara Nomor Lead dan Speed Putra Individu

    MENTERI Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menerima penghargaan di ajang KWP Awards 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis pagi, 16 April 2026. (foto fornews.co/komdigi)

    Menpora Erick Thohir sebut Diplomasi Olahraga Penting untuk Menjaga Hubungan Negara

    Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto. (fornews.co/foto: ist)

    Ini Daftar 28 Pemain Timnas U-20 yang Dipanggil Nova Arianto Ikuti TC Surabaya

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho dan Advokat, Kurator & Pengurus dari DR Hukum & CO, Adv. Hengki, SH, MH. (fornews.co/ist)

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Diharap Mampu Kolaborasikan Penegak Hukum dan Elemen Masyarakat

    Ilustrasi PSSI. (fornews.co/pssi.org)

    Viralnya Sejumlah Insiden di Putaran Provinsi Liga 4, Bikin PSSI Langsung Gelar Rapat Darurat

    Asisten pelatih Timnas Indonesia, Cesar Meylan. (fornews.co/ist)

    Profil Cesar Meylan, Ilmuwan Olahraga Pendamping John Herdman sebagai Asisten Pelatih Timnas

    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • All
    • Advertorial
    • Berita Foto
    • Feature
    • Gaya Hidup
    • Hukum dan Kriminal
    • Kesehatan
    • Opini
    • Peristiwa
    POSTER pameran "Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual" yang dilangsungkan pada 27 Juni – 27 Juli 2026 di Omah Seni Djayaningratan, Jalan Dagen No.219, (Komplek SD Netral C.) Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja. (gambar fornews.co/paguyuban jayaningratan)

    Dangdut menjadi Medium Seni Rupa Kontemporer Bukan hanya Genre Musik

    GEOPIX bersama Difabel Pecinta Alam (Difpala), Komisi Nasional Disabilitas (KND), Perhutani, serta lebih dari 10 organisasi, komunitas, dan instansi pemerintah menggelar kegiatan konservasi hutan di kawasan Gunung Wedon, Kabupaten Malang, pada Ahad, 22 Juni 2026. (foto fornews.co/linksos)

    Bakti Alam Gunung Wedon, Difpala Buktikan Difabel Mampu menjadi Penggerak Konservasi Alam

    LAZISMU DIY resmi diaudit oleh KAP Abdul Hamid & Rekan menggunakan sistem profesional AHR Track disaksikan Ketua Lazismu DIY Jefree Fahana, ST, M.Kom, Wakil Ketua PWM DIY Membidangi MPI dan Lazismu Prof Dr H Ariswan, M.Si, DEA, Senin (22/6/2026). (foto fornews.co/adam)

    Lazismu DIY Audit 105 Kantor Layanan, Penghimpunan Dana Tembus Rp77 Miliar

    LUKISAN yang dijadikan poster pameran seni rupa bertajuk "Apa Ini Masih Ada?" di Galeri Sanggarbambu, Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Jogjakarta. (gambar sanggarbambu)

    Pameran “Apa Ini masih Ada?” Angkat Tantangan Perupa di Tengah Perubahan Zaman

    BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Program Kemaslahatan secara simbolis menyerahkan mobil ambulans kepada Yayasan Masjid Darul Ikrom, Sambilegi Lor, Kelurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, Sabtu, 20 Juni 2026. (foto fornews.co/adam)

    BPKH bersama Lazismu DIY Serahkan Bantuan Mobil Ambulans Jenazah untuk Yayasan Masjid Darul Ikrom

    Dosen Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Surakarta, Josef Purwadi Setiodjati. (fornews.co/foto: ist)

    [OPINI] Sengketa Online, Bukti Online

    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
Jumat, 26 Juni 2026
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
No Result
View All Result
Home Lain-lain Gaya Hidup Budaya

Dangdut menjadi Medium Seni Rupa Kontemporer Bukan hanya Genre Musik

Merayakan hidup lewat goyang visual, 43 Perupa hadirkan dangdut dalam bahasa seni rupa

Jumat, 26 Juni 2026 | 07:05
A A
POSTER pameran "Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual" yang dilangsungkan pada 27 Juni – 27 Juli 2026 di Omah Seni Djayaningratan, Jalan Dagen No.219, (Komplek SD Netral C.) Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja. (gambar fornews.co/paguyuban jayaningratan)

POSTER pameran "Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual" yang dilangsungkan pada 27 Juni – 27 Juli 2026 di Omah Seni Djayaningratan, Jalan Dagen No.219, (Komplek SD Netral C.) Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja. (gambar fornews.co/paguyuban jayaningratan)

JOGJA, fornews.co -– Dangdut tak lagi sebatas musik pengiring pesta rakyat. Melalui pameran “Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual”, Paguyuban Djayaningratan mengangkat dangdut sebagai bahasa budaya yang meruntuhkan sekat antara seni rupa kontemporer dan kehidupan masyarakat.

Pameran yang akan dibuka pada Sabtu sore, 27 Juni 2026, di Omah Seni Djayaningratan akan memamerkan karya rupa dari 43 perupa Indonesia lintas generasi.

Melalui pameran ini mereka menawarkan pembacaan baru terhadap dangdut sebagai identitas kultural bangsa.

BacaJuga

Pameran “Apa Ini masih Ada?” Angkat Tantangan Perupa di Tengah Perubahan Zaman

PERTELON, Upaya Pembebasan Seni dari Tekanan Eksternal

ARTJOG 2026 Menggugat, Siapa yang Mewarisi Masa Depan Seni?

Load More

Kurator pameran, Jajang R Kawentar, menyebut dangdut bukan hanya genre musik, melainkan representasi cara masyarakat Indonesia memaknai kehidupan.

Pameran ini hadir sebagai manifesto budaya yang mendekatkan seni rupa kepada publik luas.

“Dangdut meluluhkan sekat kelas sosial. Di bawah irama dangdut, lirik sedih atau senang diperlakukan sama yang dihadapi dengan joget suka cita,” ujarnya kepada fornews.co, Kamis malam, 25 Juni 2026.

“Inilah filosofi hidup rakyat kita bahwa hidup bukan untuk diratapi, melainkan dinikmati.”

Jajang menilai lanskap budaya Indonesia selama ini kerap terjebak dalam pengaruh subkultur Barat seperti punk, metal, atau rock. Namun, menurutnya, tubuh masyarakat Indonesia menyimpan memori kultural yang berbeda.

“Sehebat apa pun distorsi gitarnya, pada ujungnya rasa dangdut yang menguasai,” selorohnya.

Konsep “orkes” dipilih untuk menggambarkan gerak kolektif para perupa dalam menerjemahkan semangat dangdut ke dalam berbagai medium, mulai karya dua dimensi, tiga dimensi, hingga instalasi interaktif.

Pameran ini menghadirkan tiga benang merah visual. Pertama, Estetika Extraordinary, yang menampilkan keberanian warna dan bentuk sebagai ekspresi kejujuran rasa. Kedua, Narasi Mode Kerakyatan, yang mengeksplorasi fesyen dangdut hingga atmosfer pasar malam sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Ketiga, Semangat Sawang-Sinawang, yang mengajak publik membangun empati sosial, bersyukur, sekaligus menyindir ego kekuasaan yang menindas.

Pengunjung pameran juga tidak hanya diposisikan sebagai penikmat karya. Melalui sejumlah instalasi interaktif, mereka diajak terlibat langsung untuk “berjoget” bersama pengalaman hidup, menjadikan seni sebagai ruang perayaan atas kemanusiaan.

Sebanyak 43 perupa ambil bagian dalam pameran ini, yakni Arya Pandjalu, Alex Luthfie R, Ali Umar, Mayek Prayitno, Adhik Kristiantoro, Teguh Paino, Indira Bunyamin, Retno Aris, Dwipo Hadi, Budi Blake, Riki Antoni, Joko Gundul Sulistyono, Apud Budianto, Deni Setiawan, Chasanul Fawaid Indi, Iwan Ismael, Syahrizal Pahlevi, Okkan Yunanda, D. Koestrita, Pambudi Sulistio, Deskhairi, Erlambang, Antonius Ruli, Nugrahanto Widodo, Heri Sudiono, Gus Black, Betto Made, Vio Retno, N. Rinaldy, Wisnu Aji Kumara, Yoyok Siswoyo, Joko Santoso, Dwi Putro alias Pak Wi, Febriyustiani, M. Subroto, Yayas Syahdu, Ary Kurniawan, Anthony Sa, Budi Eka Putra, Sima, Dodi Irwandi, R Wisnu D, dan Rajoso Bayu Wicaksono.

Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang apresiasi alternatif yang edukatif, interaktif, sekaligus menghibur bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Mari bersama-sama menabuh gendang seni rupa dan merayakan kerakyatan kita!” tandas Jajang.

Ikuti Berita dan Artikel lain di Google News
Reporter: A.S. Adam | Editor: A.S. Adam
Copyright © Fornews.co 2016-2026. All rights reserved.

Bagikan Ke

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)
Tags: DangdutpameranSeni Rupa
ADVERTISEMENT
Previous Post

PT BCR Ingin Jadikan Pasar 16 Ilir Palembang Pusat Ekonomi Sekaligus Icon Budaya dan Wisata Kota

POSTER pameran "Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual" yang dilangsungkan pada 27 Juni – 27 Juli 2026 di Omah Seni Djayaningratan, Jalan Dagen No.219, (Komplek SD Netral C.) Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja. (gambar fornews.co/paguyuban jayaningratan)
Budaya

Dangdut menjadi Medium Seni Rupa Kontemporer Bukan hanya Genre Musik

Jumat, 26 Juni 2026

JOGJA, fornews.co -– Dangdut tak lagi sebatas musik pengiring pesta rakyat. Melalui pameran "Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan...

Read more
Dirut PT BCR, Ahmad Marzuki. (fornews.co/foto: Sidratul Muntaha)

PT BCR Ingin Jadikan Pasar 16 Ilir Palembang Pusat Ekonomi Sekaligus Icon Budaya dan Wisata Kota

Kamis, 25 Juni 2026
GEOPIX bersama Difabel Pecinta Alam (Difpala), Komisi Nasional Disabilitas (KND), Perhutani, serta lebih dari 10 organisasi, komunitas, dan instansi pemerintah menggelar kegiatan konservasi hutan di kawasan Gunung Wedon, Kabupaten Malang, pada Ahad, 22 Juni 2026. (foto fornews.co/linksos)

Bakti Alam Gunung Wedon, Difpala Buktikan Difabel Mampu menjadi Penggerak Konservasi Alam

Selasa, 23 Juni 2026
LAZISMU DIY resmi diaudit oleh KAP Abdul Hamid & Rekan menggunakan sistem profesional AHR Track disaksikan Ketua Lazismu DIY Jefree Fahana, ST, M.Kom, Wakil Ketua PWM DIY Membidangi MPI dan Lazismu Prof Dr H Ariswan, M.Si, DEA, Senin (22/6/2026). (foto fornews.co/adam)

Lazismu DIY Audit 105 Kantor Layanan, Penghimpunan Dana Tembus Rp77 Miliar

Senin, 22 Juni 2026
LUKISAN yang dijadikan poster pameran seni rupa bertajuk "Apa Ini Masih Ada?" di Galeri Sanggarbambu, Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Jogjakarta. (gambar sanggarbambu)

Pameran “Apa Ini masih Ada?” Angkat Tantangan Perupa di Tengah Perubahan Zaman

Senin, 22 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
  • Login

© 2019 FORNEWS.co | PT.SENTRAL INFORMASI BERDAYA.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In