JOGJA, fornews.co — Badan Gizi Nasional resmi meluncurkan 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jogja melalui Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) DIY.
Kepala pejabat Badan Gizi Nasional mengungkapkan pihaknya sangat terbantu oleh BUMDes yang bisa membuka SPPG seperti saat ini.
“Kami, Badan Gizi Nasional, sangat terbantu sekali dan melangkah sangat ringan,” kata Dr. Ir. Dadan Hindayana di Tebing Breksi, Sleman, Jogja, Selasa, 20 Mei 2025.
Peluncuran 14 SPPG di Jogja ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui BUMDes se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dadan membeberkan, Jogja dan Sleman masih membutuhkan 367 SPPG yang saat ini baru tersedia 37 baru sekira 10 persen.
“Sehingga dengan masih banyaknya SPPG yang dibutuhkan BUMDes bisa berlomba-lomba untuk membuka SPPG yang bisa berkontribusi besar terhadap MBG dan juga ekonomi desa,” terangnya.
Menurut Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Yandri Sutanto S.Pt. M.Pd., melalui dapur gizi, ekonomi desa bisa bergerak sehingga efek dominonya akan terasa sangat luar biasa bagi masyarakat.
“Melalui dapur gizi, ekonomi desa bisa bergerak semua bahan-bahan untuk makan bergizi gratis (MBG) bisa di ambil dari masyarakat desa bukan dari luar,” jelasnya.
Kolaborasi ini, kata Yandri, bisa memacu BUMDes lainnya untuk melakukan hal yang sama: membuka dapur gizi dan menyukseskan program utama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Saya berharap kolaborasi ini juga bisa diikuti oleh kementerian lain membuka dapur gizi,” ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Letjen (Purn) Am Putranto senada dengan Menteri Desa.
Dengan membuka dapur gizi akan memberikan makanan bergizi bagi masyarakat Indonesia sesuai arahan Presiden.
Tetapi, tambah Am Putranto, pelaksanaannya harus diawasi dengan ketat sehingga tidak ada penyelewengan.
“Selain itu makanannya juga harus memiliki kualitas tinggi,” ucapnya.
Peluncuran 14 SPPG di Tebing Breksi, Sleman, juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah setempat.
















