
JAKARTA-Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dilakukan sejak Rabu (19/10) hingga hari ini Kamis (20/10) memutuskan memangkas suku bunga acuan (BI seven day reverse repo rate) 25 basis points (bps) ke level 4,75%. Dengan pemangkasan itu, deposit facility dan lending facility turun 25 bps masing-masing menjadi 4% dan 5,5%.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menyatakan, pelonggaran kebijakan tersebut sejalan dengan tetap terjaganya stabilitas ekonomi makro, khususnya inflasi 2016 yang diperkirakan mendekati batas bawah, defisit transaksi berjalan yang lebih baik, neraca pembayaran yang lebih besar, dan nilai tukar rupiah yang lebih stabil.
“Pelonggaran tersebut diyakini makin memperkuat dan mendorong permintaan domestik termasuk kredit sehingga mendorong momentum pertumbuhan ekonomi,” kata Tirta saat konferensi pers di kantornya, Kamis (20/10).
Sementara dari sisi global, lanjut dia, BI melihat ekonomi AS tahun ini lebih lambat yang tercermin dari konsumsi yang belum solid dan investasi yang masih terkontraksi. “Sehingga suku bunga The Fed hanya mengalami kenaikan satu kali di 2016,”ucap Tirta.
Begitupun untuk pertumbuhan ekonomi Eropa dan India cenderung lebih tinggi dari yang diproyeksi awal lantaran terjadinya peningkatan konsumsi karena kenaikan pendapatan tenaga kerja.(abu)
















