PALEMBANG, fornews.co – Mundurnya PON XX Papua hingga Oktober 2021 membuat persiapan atlet yang akan turun di pesta olahraga nasional itu turut dijadwal ulang.
Salah satunya ski air yang menjadi salah satu cabor yang berpotensi menyumbangkan medali untuk kontingen Sumatra Selatan. Persiapan yang harusnya sudah memasuki pematangan harus dijadwal ulang akhir tahun 2020. Meski demikian, para atlet ski air Sumsel secara rutin melakukan latihan untuk menjaga kondisi dan kemampuan.
Ketua Umum Pengprov Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Sumsel Asnawi P Ratu didampingi Sekretaris Umum Lida Yanto mengatakan, PON Papua nanti Sumsel akan diperkuat oleh atlet andalan yang selalu menyumbang emas yakni Indra Hadinata.
“Target kita tiga medali, satu emas dan dua perunggu. Emas mudah-mudahan kita targetkan Indra Hadinata dari nomor slalom, dua perunggu bisa dari rekan-rekannya. Namun kita tetap harus waspada terhadap atlet nasional lainnya seperti dari DKI Jakarta dan Jawa Timur,” ujar Asnawi, Senin (08/06).
Menurut Asnawi, mundurnya pelaksanaan PON Papua menjadi tahun 2021 menjadi keuntungan tersendiri bagi para atlet karena persiapan jadi lebih lama dan maksimal. Akan tetapi hal itu juga bisa menjadi kerugian jika tidak ada program latihan yang dijalankan selama menunggu.
Sementara itu, Sekretaris Umum PSAWI Sumsel Lida Yanto menambahkan, pada PON tahun depan Sumsel meloloskan empat atlet yakni Indra Hadinata dari nomor slalom, Dasti dari nomor slalom putri dan Deriano dari nomor Wakeboard.
Menurutnya, tradisi emas bagi PSAWI Sumsel dalam PON harus dipertahankan. Apalagi dengan ditundanya pelaksanaan PON hingga tahun depan seharusnya membuat persiapan semakin maksimal.
“Kita sudah menyusun program kerja pembinaan prestasi. Meski ditunda pelaksanaannya tapi tinggal menyesuaikan saja,” jelasnya.
Lida Yanto menerangkan, PSAWI Sumsel memiliki empat program untuk persiapan PON Papua. Pertama, pematangan latihan di Jakarta dengan mereview baik fisik maupun teknis bekerjasama dengan PB PSAWI dengan menghadirkan pelatih expert. Kedua, kesiapan peralatan bagi atlet, mulai dari kebutuhan driver boat, satu seat papan slalom, dua set sarung tangan dan untuk nomor wakeboard memerlukan satu set papan, satu set papan selancar, tiga set pelampung dan tiga set pakaian.
“Program ketiga adalah training camp yang dijadwalkan minimal tiga bulan. TC akan dilakukan di Danau JSC, karena kita punya venue yang berstandar internasional. Program keempat adalah try out keluar negeri,” terangnya.
Mengenai try out, lanjut Lida Yanto, rencananya akan digelar di Singapura. Sebab negara tetangga tersebut saat ini menjadi pusat ski air di ASEAN. Adapun opsi kedua yaitu Malaysia.
“Sudah kita ajukan (proposal TC) ke KONI. Kita berharap Januari 2021 sudah mulai jalan, agar lebih maksimal persiapan program yang ada,” pungkasnya. (ije)
















