FORNEWS.CO
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • All
    • Asian Games 2018
    • Babel Muba United
    • Ragam Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    Atlet muda cheerleading saat mengikuti Indonesian Cheerleading Association (ICA) South Sumatera Regional Championship 2026, di Lapangan Tenis Indoor Pierre A Tendean Palembang, Minggu (21/6/2026) kemarin. (fornews.co/foto: ist)

    Sebanyak 93 Atlet Muda cheerleading Unjuk Skill pada ICA South Sumatera Regional Championship 2026

    Siswa SMPN 9 Palembang, Fatih Noor Kertanegara, usai penyerahan medali juara 1 O2SN Tingkat Kota Palembang Tahun 2026 cabor Panjat Tebing, di Venue Panjat Tebing JSC Palembang, Minggu (14/6/2026). (fornews.co/foto: ist)

    Cabor Panjat Tebing O2SN Tingkat Kota Palembang, Siswa SMPN 9 Rebut Juara Nomor Lead dan Speed Putra Individu

    MENTERI Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menerima penghargaan di ajang KWP Awards 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis pagi, 16 April 2026. (foto fornews.co/komdigi)

    Menpora Erick Thohir sebut Diplomasi Olahraga Penting untuk Menjaga Hubungan Negara

    Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto. (fornews.co/foto: ist)

    Ini Daftar 28 Pemain Timnas U-20 yang Dipanggil Nova Arianto Ikuti TC Surabaya

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho dan Advokat, Kurator & Pengurus dari DR Hukum & CO, Adv. Hengki, SH, MH. (fornews.co/ist)

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Diharap Mampu Kolaborasikan Penegak Hukum dan Elemen Masyarakat

    Ilustrasi PSSI. (fornews.co/pssi.org)

    Viralnya Sejumlah Insiden di Putaran Provinsi Liga 4, Bikin PSSI Langsung Gelar Rapat Darurat

    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • All
    • Advertorial
    • Berita Foto
    • Feature
    • Gaya Hidup
    • Hukum dan Kriminal
    • Kesehatan
    • Opini
    • Peristiwa
    POSTER performa ARTJOG 2026 bergambar wajah Violet Indigo.

    Violet Indigo Tampil di ARTJOG 2026 Perkuat Kolaborasi Prancis–Indonesia

    VIOLET INDIGO penyanyi, penulis lagu, produser, sekaligus DJ memanfaatkan tur konser di Indonesia untuk memperluas jangkauan musiknya di Asia. (grafis/foto adam/fornews.co)

    Tur Konser Lima Kota Besar di Indonesia, Violet Indigo Membuka Langkah Baru di Asia

    GARIN NUGROHO

    45 Tahun Berkarya, Garin Nugroho Memaknai Diri sebagai “Peladang Berpindah” di Negeri Kepulauan

    POSTER pameran "Orkes Seni Rupa Dangdut: Merayakan Hidup dengan Goyang Visual" yang dilangsungkan pada 27 Juni – 27 Juli 2026 di Omah Seni Djayaningratan, Jalan Dagen No.219, (Komplek SD Netral C.) Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja. (gambar fornews.co/paguyuban jayaningratan)

    Dangdut menjadi Medium Seni Rupa Kontemporer Bukan hanya Genre Musik

    GEOPIX bersama Difabel Pecinta Alam (Difpala), Komisi Nasional Disabilitas (KND), Perhutani, serta lebih dari 10 organisasi, komunitas, dan instansi pemerintah menggelar kegiatan konservasi hutan di kawasan Gunung Wedon, Kabupaten Malang, pada Ahad, 22 Juni 2026. (foto fornews.co/linksos)

    Bakti Alam Gunung Wedon, Difpala Buktikan Difabel Mampu menjadi Penggerak Konservasi Alam

    LAZISMU DIY resmi diaudit oleh KAP Abdul Hamid & Rekan menggunakan sistem profesional AHR Track disaksikan Ketua Lazismu DIY Jefree Fahana, ST, M.Kom, Wakil Ketua PWM DIY Membidangi MPI dan Lazismu Prof Dr H Ariswan, M.Si, DEA, Senin (22/6/2026). (foto fornews.co/adam)

    Lazismu DIY Audit 105 Kantor Layanan, Penghimpunan Dana Tembus Rp77 Miliar

    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
Sabtu, 27 Juni 2026
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
No Result
View All Result
Home Lain-lain Feature

Chicken Cordon Bleu di Antara Panas Jogja dan Aroma Keju yang Meleleh

"Cordon Bleu" berarti “pita biru” yang menjadi lambang kehormatan tertinggi bagi para kesatria Prancis pada abad ke-16. Chiken Cordeon Bleu bukan sekadar hidangan berisi ayam, keju, dan ham

Senin, 13 Oktober 2025 | 16:33
A A
MENU Chiken Cordeon Bleu hasil karya salah satu peserta lomba masak Tingkat SMK Boga se-DIY di SMK Bopkri 2 Bintaran, Jogja, Sabru, 11 Oktober 2025. (foto fornews.co/devi)

MENU Chiken Cordeon Bleu hasil karya salah satu peserta lomba masak Tingkat SMK Boga se-DIY di SMK Bopkri 2 Bintaran, Jogja, Sabru, 11 Oktober 2025. (foto fornews.co/devi)

fornews.co — Sabtu siang, 11 Oktober, Jogja terasa seperti tungku besar. Udara bergetar panas, memantulkan cahaya di halaman SMK Bopkri 2, Bintaran.

Dari dapur praktik sekolah aroma keju yang meleleh bercampur dengan wangi ayam goreng mentega menguap pelan, membentuk kabut tipis di udara.

Di tengah riuh suara spatula dan wajan, seorang perempuan berkacamata bulat mirip Moscot, berambut pendek agak pirang tampak mengipasi wajahnya.

BacaJuga

Violet Indigo Tampil di ARTJOG 2026 Perkuat Kolaborasi Prancis–Indonesia

Tur Konser Lima Kota Besar di Indonesia, Violet Indigo Membuka Langkah Baru di Asia

Garin Nugroho Terima Penghargaan Officier dari Pemerintah Prancis di JAFF 2025

Load More

“Hari ini cukup panas,” katanya dalam bahasa Indonesia sedikit terbata.

Perempuan itu adalah Margaux Nemmouchi, Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Jogja. Siang itu, ia bukan hanya menyaksikan lomba memasak Chicken Cordon Bleu antar-SMK se-DIY, tetapi juga menghadirkan sebuah ironi indah makanan aristokrat Prancis yang lahir di tengah sejarah ketimpangan, kini dimasak oleh tangan-tangan muda Indonesia di sekolah bekas peninggalan kolonial Belanda.

Sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya perlombaan bukan sembarang sekolah. SMK Bopkri 2 berdiri di atas bangunan tua bergaya indis yang dibangun pada 1919, saat Hindia Belanda masih berkuasa.

Dinding yang tebal, jendela besar, dan ventilasi dibuat tinggi agar angin mengalir di tengah teriknya tropis. Dahulu gedung itu bernama Prinses Juliana School (PJS), sekolah teknik pertama untuk pribumi.

Kini, di ruang yang pernah jadi bengkel teknik, berdiri meja-meja stainless, wajan modern, dan oven digital. Di sinilah sejarah dan modernitas menjadi istimewa.

Di tempat yang dulu menjadi simbol pendidikan kolonial itu, kini para siswa Boga menafsir ulang resep klasik Prancis–Chicken Cordon Bleu–dengan sentuhan lokal.

Chicken Cordon Bleu adalah hidangan klasik Eropa berupa dada ayam tanpa tulang yang diisi dengan keju dan ham (atau smoked beef), lalu digulung, dilapisi tepung roti, dan digoreng hingga renyah.

Hidangan ini menyajikan perpaduan rasa yang gurih dan asin dengan tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut serta juicy.

DIREKTUR Institut Français Indonesia (IFI) Jogja, Margaux Nemmouchi. (foto fornews.co/adam)

Margaux dan Makanan yang Menyimpan Kenangan

Bagi Margaux, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi kuliner. Ia membawa kenangan masa kecilnya ke dapur itu.

“Saya mencintai Chicken Cordon Bleu sejak umur empat tahun,” katanya dalam bahasa Prancis yang diterjemahkan asistennya Inta Fitriya Devi.

Bagi Margaux, makanan adalah bahasa universal cara manusia berhubungan tanpa perlu kata-kata.

Di bawah kepemimpinannya saat ini, IFI Jogja menjadikan gastronomi sebagai alat diplomasi untuk berbagi, bukan hanya tentang rasa, tapi juga kisah di balik setiap bahan tentang pertanian, lingkungan, hingga budaya meja makan.

Namun, Chicken Cordon Bleu bukan sekadar hidangan berisi ayam, keju, dan ham. Namanya, cordon bleu, berarti “pita biru” yang menjadi lambang kehormatan tertinggi bagi para kesatria Prancis pada abad ke-16.

Versi modernnya muncul di Paris sekitar tahun 1840-an, masa ketika Eropa sedang mabuk kemewahan dan Hindia Belanda tengah dililit sistem tanam paksa (cultuurstelsel).

Sementara para bangsawan Prancis menyantap daging sapi muda berbalut keju dan saus mentega, para pribumi Jawa menanam kopi dan tebu untuk kekayaan yang tidak pernah mereka nikmati.

Dua dunia berjalan sejajar, satu memanjakan lidahnya, satu lagi menahan lapar

Sebelum revolusi, Prancis terbagi bukan hanya oleh kelas sosial, tapi juga oleh makanan.

Dalam tulisan George Dilliard berjudul “Sejarah Chicken Cordon Bleu”, di Versailles, Marie Antoinette menyantap empat jenis sup dan dua lusin hidangan daging dalam satu jamuan makan.

Di desa-desa Prancis, rakyat jelata bertahan hidup hanya dengan roti keras dan bubur gandum.

Ketika harga roti melambung hingga menelan 80 persen upah buruh, amarah pun meluap.

Roti menjadi bahan bakar revolusi, dan kepala para bangsawan berguguran di bawah guillotine.

Ironisnya, dari reruntuhan revolusi itu pula lahir dunia kuliner modern. Para koki istana yang kehilangan majikan membuka restoran pertama di Paris.

Dari sanalah Le Cordon Bleu muncul sebagai simbol baru keahlian bukan lagi milik bangsawan, tapi hasil kerja keras. Namun, ini tidak ada hubungannya dengan sekolah di London.

INTA Fitriya Devi mengenakan kerudung biru menerjemahkan bahasa Prancis ke bahasa Indonesia saat Margaux diwawancara fornews.co. (foto fornews.co/adam)

Gastronomi Sebagai Diplomasi

Di bawah kipas angin tua di ruang sekolah SMK Bopkri 2 Bintaran, semangat itu hidup kembali dalam versi lebih lembut. Siswa-siswi SMK Boga dari seluruh DIY mengolah ayam dan keju dengan penuh ketelitian.

Di antara lain yang ikut dalam perlombaan memasak yaitu SMK 1 Kalasan, SMK Berbudi, SMK Muhammadiyah 4, SMK 1 Sewon, dan tuan rumah SMK Bopkri 2.

Margaux menyebut lomba ini sebagai “perayaan meja makan.”
“Dalam satu meja, semua orang duduk bersama tanpa perbedaan,” ujarnya. “Kita semua setara di hadapan makanan.”

Di tengah ruang berarsitektur kolonial itu, Cordon Bleu bukan sekadar resep. Ia adalah metafora tentang perjumpaan dua dunia–Eropa dan Nusantara–masa lalu dan masa depan, panas Jogja dan dinginnya adalah dapur Prancis.

Margaux memandangi para peserta yang menata piring saji dengan hati-hati.

“Inilah bentuk diplomasi paling sederhana,” ujarnya pelan. “Kita berbicara lewat rasa.”

Dan mungkin, di antara aroma ayam goreng dan keju yang mencair itu, sejarah berputar kembali dengan cara yang lebih lembut, lebih manusiawi, dan tentu saja, lebih lezat.

“Kami ingin berbagi bukan hanya resep, tapi juga cerita di baliknya tentang pertanian, lingkungan, dan keberlanjutan,” ujar Margaux melalui asistennya, Inta Fitriya Devi.

Hidangan ini memang kaya makna sejarah. Ketika resep ini berkembang di Paris pada 1840-an, di belahan bumi lain–di Jawa–rakyat sedang menanggung beban tanam paksa.

Dua dunia yang berbeda nasib itu kini bertemu kembali lewat piring saji di Jogja.

Bagi para siswa SMK, lomba ini adalah ruang belajar sekaligus jembatan lintas budaya. Mereka menimbang adonan tepung, mencairkan keju, dan menata piring dengan cermat. Di antara mereka, ada yang berbisik, “rasanya seperti chef Prancis,”

“Inilah perayaan meja makan. Semua duduk bersama, tanpa perbedaan. Kita semua setara di hadapan makanan,” kata Margaux.

Sejarah, rasa, dan manusia bersatu di atas satu meja. Mungkin di situlah, diplomasi paling lembut bekerja bukan lewat pidato atau dokumen resmi, melainkan lewat aroma keju yang mencair perlahan, mengikat dua bangsa dengan rasa yang sama lezat, hangat, dan penuh cerita.

Ikuti Berita dan Artikel lain di Google News
Reporter: A.S. Adam | Editor: A.S. Adam
Copyright © Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.

Bagikan Ke

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)
Tags: Chicken Cordon BleuIFIMargauxPrancis
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rayakan Anniversary ke-2, Loman Park Hotel Bersih-bersih Sampah dan Penanaman Pohon di Pantai Goa Cemara

Next Post

Jejak Kajati Sumsel yang Baru Ketut Sumedana, Pernah Kirim Besan SBY Aulia Pohan ke Penjara

POSTER performa ARTJOG 2026 bergambar wajah Violet Indigo.
Budaya

Violet Indigo Tampil di ARTJOG 2026 Perkuat Kolaborasi Prancis–Indonesia

Sabtu, 27 Juni 2026

JOGJA, fornews.co – Musisi elektro pop Prancis-Amerika, Violet Indigo, tampil di ARTJOG 2026 bagian dari rangkaian Fête de la Musique...

Read more
VIOLET INDIGO penyanyi, penulis lagu, produser, sekaligus DJ memanfaatkan tur konser di Indonesia untuk memperluas jangkauan musiknya di Asia. (grafis/foto adam/fornews.co)

Tur Konser Lima Kota Besar di Indonesia, Violet Indigo Membuka Langkah Baru di Asia

Sabtu, 27 Juni 2026
GARIN NUGROHO

45 Tahun Berkarya, Garin Nugroho Memaknai Diri sebagai “Peladang Berpindah” di Negeri Kepulauan

Jumat, 26 Juni 2026
Atlet muda cheerleading saat mengikuti Indonesian Cheerleading Association (ICA) South Sumatera Regional Championship 2026, di Lapangan Tenis Indoor Pierre A Tendean Palembang, Minggu (21/6/2026) kemarin. (fornews.co/foto: ist)

Sebanyak 93 Atlet Muda cheerleading Unjuk Skill pada ICA South Sumatera Regional Championship 2026

Jumat, 26 Juni 2026
Mahkamah Agung kabulkan permohonan PK Menteri ATR/BPN pada sengketa tata usaha negara terkait pembatalan HGU milik PT SKB di Kabupaten Muba. (fornews.co/foto: ist)

Hak Guna Usaha PT SKB di Muba Dibatalkan Usai MA Kabulkan PK Menteri ATR/BPN

Jumat, 26 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
  • Login

© 2019 FORNEWS.co | PT.SENTRAL INFORMASI BERDAYA.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In