PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meresmikan Pojok Baca Digital (Pocadi) Sungai Ijuk yang berada di Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kamis (21/1/2021). Diharapkan dengan haidrnya Pocadi di tempat tersebut bisa meningkatkan minat baca warga sekitar.
Pocadi Sungai Ijuk ini berasal dari CSR dari PT Pura Daya Prima yang merupakan salah satu perusahaan afiliasi anak perusahaan PT PLN (Persero) yakni PLN Enjiniring.
Upaya Gubernur Sumsel Herman Deru menumbuhkan minat baca warganya mendapat apresiasi langsung dari Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando. Dalam testimoninya, Syarif Bando mengaku sangat bangga dengan pengembangan perpustakaan yang telah dilakukan HD dengan menggandeng PT Pura Daya Prima. Menurutnya, langkah yang diambil Gubernur ini sangat penting, karena membaca adalah salah satu cara efektif untuk untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan.
“Di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru kami percaya pendidikan masyarakat akan berjalan dan masyarakat akan mendapatkan akses membaca dan literasi yang baik,” ujarnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru saat menyampaikan sambutan mengatakan, meski terlihat sederhana namun peresmian Pocadi Sungai Ijuk ini sebenarnya luar biasa. Karena menurut HD, tidak ada sesuatu yang besar tanpa melakukan langkah-langkah kecil termasuk upaya memperbanyak pondok baca digital seperti di Sungai Ijuk. Oleh karena itu, HD sangat mengapresiasi PT Pura Daya Prima yang telah berkontribusi terhadap pemberantasan masalah kurang informasi di kalangan warga.
“Kita berterima kasih sekali karena ini bisa menekan penyakit kurang informasi di Sumsel. Yakni dengan mendorong minat baca. Apapun bentuknya ini kita dukung karena perpustakaan adalah gudang dan jendela ilmu,” katanya.
HD pun sependapat dengan Kepala Perustakaan Nasional yang menyatakan bahwa kemiskinan dan kebodohan hanya bisa diberantas dengan cara meningkatkan minat baca dan informasi.
“Informasi bisa di dapat dimana-mana, namun alangkah lebih baiknya kalau pemerintah bersama mitra swasta, BUMN dan BUMD bersama-sama menyediakan ini bagi masyarakat. Makanya saya berharap setelah ini ada titik pondok baca digital di daerah-daerah lainnya. Karena sejauh ini pondok baca juga sudah ada di beberapa ruang publik maupun perkantoran,” tuturnya.
Manajer PT Pura Daya Prima, Tatang Kusmana mengatakan, pihaknya melakukan pengembangan budaya literasi masyarakat melalui Pondok Baca Digital sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Upaya ini juga sebagai langkah memberi peluang dan dorongan bagi pengembangan pemikiran-pemikiran tentang metode menumbuhkembangkan budaya literasi secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapan kami agar pojok baca digital dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pusat kegiatan yang dapat membantu masyarakat meningkatkan ilmu pengetahuan,” harapnya. (ije)

















