JAKARTA, fornews.co-Rencana Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 Partai Amanat Nasional (PAN) Sumsel yang awalnya diagendakan pada 18-19 Juli 2020, hingga saat ini belum ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.
Menurut Wakil Ketua Umum DPP PAN, Yandri Susanto, sebenarnya agenda Muswil PAN di seluruh wilayah Indonesia sudah diatur sedemikian rupa dalam Rakernas PAN.
“Termasuk untuk Muswil PAN Sumsel. Intinya segala sesuatu itu bersumber dari keputusan DPP PAN, tanggal berapa, di mana, siapa formaturnya itu nanti dibahas di rapat harian DPP,” katanya, Minggu (28/6).
Terkait DPW PAN Sumsel telah memunculkan nama-nama panitia Steering Committe (SC) dan Organizing Committe (OC), serta memulai pendaftaran formatur, Yandri menuturkan, tidak mempermasalahkan, karena semua keputusan nanti ada di tangan DPP.
“Nanti DPP yang memutuskan, akan kita lihat apakah tahapannya benar sesuai mekanisme atau tidak, karena DPW dan DPD itu merupakan kepanjangan tangan dari DPP. Jadi tidak bisa DPW ngatur sendiri. Ada aturan mainnya,” tutur dia.
Yandri mengungkapkan, mekanisme untuk menentukan siapa yang bakal memimpin PAN di Sumsel lima tahun mendatang harus sesuai dengan keputusan Rakernas.
“Artinya tidak bisa tiba-tiba langsung disetujui, karena DPP harus mengklarifikasi dahulu usulan dari DPW, DPD hingga DPC. Kita akan melihat dulu, apakah sudah fair belum dalam penentuan formatur, siapa saja formatur itu, waktu dan tempat, tentu harus mengakomodir semua pihak. Khusus untuk Sumsel belum ada pembahasan,” ungkap dia.
Pria yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI ini menjelaskan, walau pada Muswil PAN di Sumsel ada kelompok Umar Halim (Sekretaris DPW PAN Sumsel) dan Iskandar (Ketua DPW PAN Sumsel), DPP PAN tetap senang. Karena kedua kelompok itu tetap bertekad untuk memajukan dan membesarkan PAN.
“Jadi untuk penentuan Muswil akan dibahas secara mendalam. Kita tidak mau meniadakan dua kelompok ini. Karena Sumsel merupakan salah satu aset terbesar PAN,” ujarnya.
Kembali kepada proses pelaksanaan Muswil PAN Sumsel, terang dia, kemungkinan akan dilaksanakan secara virtual, mengingat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) masih mengkhawatirkan.
“Karena belum ada kepastian berakhirnya COVID-19 dan kurvanya terus naik, jadi saya sampaikan pada Ketua Umum bang Zul (Zulkifli Hasan), kemungkinan Muswil dilaksanakan secara virtual,” tandas dia. (aha)

















