SEKAYU, fornews.co – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatra Selatan merencanakan kegiatan Pelatihan Instruktur Madya Nasional di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, bulan Mei 2021. Sehubungan hal tersebut, mereka meminta dukungan dari Bupati Muba.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumsel, Muhammad Iqbal saat audiensi dengan Bupati Muba Dodi Reza Alex, Jumat (15/1/2021). Menurut Iqbal, kegiatan pelatihan nanti akan diikuti 75 peserta perwakilan dari 34 provinsi. Tak hanya itu, IMM Sumsel juga akan menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Muhammadiyah dan Pelatihan Politik Kader.
“Besar harapan kami agar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah terorganisasi dalam segi apapun. Karena bagi kami, pemuda ini adalah regenerasi pimpinan yang akan datang. Kami mohon juga dukungan Pemkab Muba atas program-program yang akan kami laksanakan,” ujarnya di Ruang Audiensi Bupati Muba.
Sementara itu, Kabid Hikmah IMM Sumsel, Erik Hariyadi menambahkan, terkait dengan pelatihan politik untuk kader Muhammadiyah, dilakukan karena pihaknya menilai bahwa para milenial sudah masuk dalam daftar pemilih Indonesia. Untuk itu IMM ingin melalui Pemuda Muhammadiyah menggelorakan semangat memilih mulai dari legislatif dan eksekutif.
“Memang fokus utama kami kepada kader Muhammadiyah yang ada di tingkat sekolah karena rawan Golput dan segala macam. Oleh karena itu mereka akan dilatih bahwa pentingnya politik untuk masa depan,” tuturnya.
Bupati Muba Dodi Reza Alex menyambut baik dan mendukung semua program yang akan dilaksanakan Pengurus DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Sumatra Selatan.
“Kami dukung program ini, apalagi berhubungan dengan program kewirausahaan. Kalau bisa menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) itu akan sangat bagus dalam hal membentuk kemandirian kewirausahaan pemuda,” kata Dodi.
Terkait dengan rencana Pelatihan Instruktur Madya Nasional, Dodi mempersilakan dilaksanakan di Kabupaten Muba dan menggunakan fasilitas yang ada.
“Silakan pakai fasilitas kita, tinggal kita lihat secara kapasitas, batasi peserta jangan terlalu banyak mengingat kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Kalau ada hal-hal lain perlu bantuan kita silakan koordinasikan dengan perangkat daerah terkait,” ucap Dodi. (ije)

















