YOGYAKARTA, fornews.co–Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas dan guguran lava pada Senin (8/3/2021) pukul 04.51 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan luncuran awan panas sejauh 1,3 Kilometer ke arah Barat Daya.
Berdasarkan catatan seismisitas BPPTKG, luncuran lava dan guguran awan panas memiliki amplitudo 51 mm dengan durasi 115 detik.
BPPTKG menyebut, saat ini Gunung Merapi berpotensi bahaya sehingga masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level I (Siaga) sejak 5 November 2020.
Guguran lava Gunung Merapi yang mengarah ke Selatan-Barat Daya dapat membahayakan para penambang. Bila terjadi letusan eksplosif lontaran material vulkanik dapat menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak.
Sedangkan penambangan yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, yakni sungai Putih, Krasak, Boyong, Bebeng, dan Bedog, untuk dihentikan sementara.
Kawasan wisata di KRB III Gunung Merapi sementara juga ditutup dan dilarang melakukan kegiatan, termasuk pendakian. (adam)

















