PALEMBANG, fornews.co – Virus Corona yang kian merebak dibeberapa negara berdampak pada kondisi perekonomian di Sumsel. Pasalnya, dampak virus tersebut membuat sejumlah komoditas ekspor kian merosot, salah satunya komoditas karet.
Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Hasil (P2HP) pada Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan, merosotnya harga karet ini dipengaruhi adanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Setelah perekonomian kembali pulih, salah satu negara tujuan importir terbesar seperti Tiongkok mengalami penyebaran virus corona sehingga kegiatan ekonomi di Tiongkok terhenti. Tak heran harga karet pun terus merosot hingga saat ini. Padahal, Sumsel masih menggantungkan ekspor bahan baku komoditas karet, sawit dan batu bara.
“Kalau wabah ini terus memburuk tidak menutup kemungkinan dampak negatif lainnya tidak terelakkan. Bahkan, dapat berimbas kepada sektor lain,” katanya saat dihubungi, Rabu (29/01).
Jika kondisi ini terus terjadi maka kondisi sosial ekonomi petani karet di Sumsel menurun. Karena, lebih dari 40% penduduk Sumsel menggantungkan hidupnya dari komoditas karet.
“Ini bakal berdampak pada alih fungsi lahan yang sebelumnya tanaman karet menjadi tanaman yang lebih prospektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah berupaya agar para petani mampu bertahan dalam kondisi seperti ini seperti membantu alat pasca panen dan bangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) di lima kabupaten/kota. Selain itu, pihaknya juga menganjurkan para petani menanam tanaman sela sebagai tambahan pendapatan, serta memperkuat dan mengembangkan kelembagaan petani melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) karena sudah terbukti dapat meningkatkan harga Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilogram.
Selain itu, upaya yang dilakukan Pemprov Sumsel yakni melakukan hilirisasi karet dan pembuatan inovasi yang dapat mendorong peningkatan konsumsi karet alam di dalam negeri.
“Pak Gubernur juga terus mendorong pemerintah pusat untuk mendongkrak harga karet dalam negeri, seperti melakukan proyek jalan menggunakan bahan baku karet dan lain sebagainya,” tutupnya. (lim)
















