PALEMBANG, fornews.co – Hasil temuan survei dari Lembaga Survey Kuadran pada tanggal 11 hingga 18 Mei 2018, menempatkan elektabilitas dari Pasangan Harnojoyo – Fitri Agustinda masih berada di posisi teratas, yakni 31,25%.
Kemudian, pasangan Sarimuda-Rozak 28,75%, Akbar Alfaro – Hernoe Roespridjaji 23,25% dan paslon Mularis-Syaidina hanya mendapat perolehan 9,25%. Selain itu juga terdapat Swing Voter sebesar 7,50%.
“Jika pemilihan dilaksanakan hari ini (23/5), maka perolehan suara akan dimenangkan pasangan calon Harno-Finda. Tapi, sebenarnya tiga pasangan teratas masih punya kemungkinan menang, apalagi bisa merebut suara Swing Voter yang sampai saat ini belum menentukan pilihan,” terang Direktur Eksekutif Lembaga Survey Kuadran, Didi Wahyudi kepada media, di Hotel Aryaduta, Rabu (23/05).
Namun tetap saja, kata didi, ketiga pasangan calon kecuali Mularis – Syaidina Ali, masi berpotensi untuk menang. Karena, dari preferensi pemilih, pasangan Harno – Finda punya basis kuat di jaringan pemerintahan. Sarimuda – Abdul Razak memiliki basis pemilih militan yang kuat. Untuk pasangan Akbar – Hernoe punya basis pendukung pemilih pemula dan pemuda.
“Potensi kemenangan itu ada di swing voter yang mencapai 7,50%. Kalau pasangan Mularis – Syaidina sudah tidak mungkin bisa mengejar persaingan dari ke tiga pasangan lain. Memang ini hanya hasil riset ilmiah, tapi saya sarankan pasangan Mularis jangan terlalu menghabiskan hal-hal yang percuma,” katanya.
Didi menjelaskan, bahwa lembaga survey mereka bisa dipertanggungjawabkan dan sudah mendaftar ke KPU Sumsel untuk melakukan riset. Kemudian, Kuadran ini juga tergabung dalam Asosiasi Lembaga Survey dan Hitung Cepat (ALS HC).
“Mengapa kami menghadirkan rilis ini, karena hasil riset beberapa lembaga survei lain hanya untuk di konsumsi sendiri dan jadi bahan evaluasi tiap calon. Ini rangkaian kami yang ke empat pada Pilkada Palembang,” jelasnya.
Didi memaparkan, temuan lain dari survei mereka, dari 400 responden yang tersebar di 18 Kecamatan Palembang, masih ada 9,75 % warga yang belum mengetahui jadwal pemilihan Walikota Palembang. “Kami menggunakan cluster random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 5% dan margin error sebesar 5% dari 400 responden yang kami lakukan mulai tanggal 11 Mei 2018 hingga 18 Mei 2018,” ujar Didi.
Kemudian, untuk tingkat popularitas paslon, sambung Didi, Pasangan Harno-Finda menempati urutan pertama dengan perolehan 99%, Sarimuda-Rozak 98,75%, Akbar-Hernoe 79% dan pasangan Mularis-Syaidina 71,50%.
Berikutnya, untuk tingkat ketersukaan atau akseptabilitas, calon walikota yang paling tinggi adalah Sarimuda dengan 75,25% suara. Baru selanjutnya Harnojoyo dengan 68,50%, ketiga ada Akbar dengan 52,25% dan terakhir Mularis dengan 51%.
“Tapi, suara Harno didongkrak oleh ketersukaan masyarakat kepada Fitri Agustinda yang memperoleh 55,25%. Wakil Sarimuda (Abdul Rozak) 48,50%, disusul Hernoe dengan 32,25%, terakhir Syaidina Ali dengan 31%,” paparnya.
Mengingat masih ada 9,75% masyarakat yang belum tahu jadwal Pilwako 2018, tambahnya, maka harus ada peran serta KPU dan media massa sebagai pilar penting dalam sosialisasi. “Harus ada juga peran dari Bawaslu untuk meminimalisir angka pragmatisme dan praktik politik uang yang ada,” tandasnya. (tul)
















