INDRALAYA, fornews.co – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) membuat banyak perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat. Hal ini juga mau tak mau melahirkan berbagai kebiasaan baru dalam berbagai aktivitas.
Tak terkecuali proses pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 yang kini mulai memasuki tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah. Melihat hal ini, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Sumatera Selatan, Jialyka Maharani menyebut kondisi ini menyebabkan perbedaan besar dalam kontestasi politik di Indonesia.
Menurutnya, di tengah pandemi COVID-19 semua pihak harus betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19. “Pilkada ini pasti ada banyak perbedaan mulai dari pengumpulan masa tidak boleh banyak serta penerapan protokol kesehatan,” ungkap Jialyka usai mendampingi ayahnya, Ilyas Panji Alam mendaftar sebagai calon kepala daerah di Kantor KPU Ogan Ilir, Jumat (04/09) siang.
Menurutnya, kondisi ini juga menciptakan kebiasaan untuk beradaptasi dengan berbagai kebiasaan baru, salah satunya pemanfaatan teknologi informasi dalam berbagai tahapan diantaranya kampanye.
“Ini juga jadi kesempatan untuk kita beradaptasi dengan teknologi. Jadi bagaimana memanfaatkan fasilitas atau platform digital untuk mengkampanyekan pasangan calon,” ujarnya.
Terkait efektivitas, senator termuda RI ini melihat akan cukup efektif mengingat saat ini smartphone ataupun alat yang bisa digunakan untuk komunikasi digital bukan lagi hal yang tabuh dan platform digital seperti YouTube, Facebook, Twitter, Instagram lainnya telah digunakan oleh berbagai kalangan. Selain bisa dikuti oleh banyak orang tanpa harus berkerumun, hal ini juga dapat lebih menekan cost (biaya).
“Apalagi, di Ogan Ilir ini saya lihat millenial sudah sangat maju dan melek informasi. Penggunaan smartphone juga hampir digunakan berbagai kalangan, jadi sepertinya cukup efektif untuk menyampaikan pesan ataupun kampanye,” ungkapnya.
Apalagi, tambahnya, saat ini dalam penerapan protokol kesehatan dilarang membuat kerumumanan dalam jumlah yang banyak. “Ini (teknologi) bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Terkait pencalonan sang ayah sebagai calon Bupati yang berpasangan dengan Endang PU Ishak, dia melihat pasangan ini sangat serasi dan optimis pasangan ini bisa memimpin Kabupaten Ogan Ilir. Untuk itu, dia sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh ayahnya ini.
“Seorang anak dukungan moral pasti, sama keluarga juga terus memberikan semangat. Saya juga saat ini sebagai perwakilan daerah di pusat harapannya bisa sinergi khususnya untuk kemajuan Provinsi Sumsel khususnya di Kabupaten Ogan Ilir,” tuturnya.
Dia juga berharap pasangan yang menurutnya syarat akan pengalaman ini bisa memimpin dan membawa Ogan Ilir semakin maju. “Harapannya juga pasangan ini bisa kembali membawa harum nama Kabupaten Ogan Ilir tak hanya di tingkat Provinsi tapi juga di tingkat nasional,” pungkasnya. (rif)

















