
PALEMBANG-Tokoh masyarakat Sumsel Herman Deru menyatakan, walau ada atau tanpa incumbent yang akan menjadi bakal calon Gubernur Sumsel 2018 nanti, tetap saja yang menentukan adalah rakyat.
“Tidak ada yang berubah, kita sikapi sama saja. Walau ada atau tanpa incumbent, tetap mengedepankan spirit yang sama, adu program dan bersaing sehat,” ujarnya.
Mantan Bupati OKU Timur ini mengungkapkan, hal yang menjadi perbedaan jika pada pemilihan gubernur (Pilgub) ada kandidat incumbent, terletak pada tingkat kerawanan. Karena, incumbent berpeluang memanfaatkan dana bantuan sosial (bansos). “Itu (memanfaatkan bansos) bukan hanya terjadi di Sumsel, melainkan ada di seluruh daerah dan mengapa incumbent itu lebih kuat. Tapi itu dulu, saya tidak tahu kalau sekarang,” ungkapnya.
Saat ditanya dari berbagai hasil survey eletabilitas calon gubernur Sumsel 2018, nama Herman Deru masih berada di nomor satu, Deru justru balik bertanya. Karena dia merasa tidak melakukan sosialisasi dengan memasang gambar-gambar atau yang lainnya. Terlebih, banyak yang menilai pemilih pemula masih menyukai Herman Deru dan pemilih-pemilih lama tidak bergeser. “Ya bisa jadi pergerakannya dinamis, bisa juga ada datang pendukung-pendukung baru,” jawabnya.
Terhadap belum adanya perahu untuk menuju 2018 ini, Deru menuturkan, saat ini partai politik (parpol) itu lebih berfikir modern. “Setiap parpol tentu akan melihat potensi dari para kandidat yang muncul, bukan hanya terkotak pada kader mereka. Saya hanya berpegang pada hasil survey yang bagus. Siapa tahun survey kita tetap bertahan tinggi. Karena parpol juga mempertimbangkan hasil survey. Saya berharap hasil survey ini tetap terjaga,” tandasnya. (tul)
















