SLEMAN, fornews.co—Penanganan dan antisipasi cuaca buruk di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terus dilakukan. Dampak hujan lebat disertai angin kencang pada beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sleman.
Pasangan Kepala Daerah Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa, meninjau dua lokasi terdampak hujan deras di Padukuhan Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati dan Dusun Gatep, Purwobinangun, Pakem.
“Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD Sleman tengah melakukan pendataan warga dan jumlah kerusakan terdampak hujan lebat,” ujar Bupati Sleman, Jum’at (5/3/2021).
Menurut Bupati Kustini Sri Purnomo, hasil pendataan itu menjadi dasar langkah pemerintah Kabupaten Sleman dalam penanganan dampak cuaca buruk atau hujan lebat disertai angin kencang dan bantuan yang akan diberikan.
Mengetahui adanya pemukiman warga yang banjir terkena luapan air drainase dan irigasi, pihaknya pun melakukan koordinasi kepada Lurah dan RT/RW setempat guna mengantisipasi dampak cuaca buruk, terlebih pada musim penghujan.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menyebut dampak hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan puluhan rumah rusak dan sejumlah pohon tumbang.
“Sebagian besar kerusakan terdapat pada atap rumah,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sleman.
BPBD Sleman melaporkan, selain rumah rusak dan pohon tumbang, 7 rumah berpenghuni 15 kepala keluarga terendam banjir luapan air drainase dan irigasi saat hujan lebat, dan hujan batu es di sejumlah tempat di Yogyakarta pada Rabu kemarin.
Dalam tinjuan itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnono, menyampaikan bantuan kepada masyarakat terdampak cuaca buruk. (adam)
















