KAYUAGUNG, fornews.co – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar SE mengajak semua elemen daerah untuk bergerak maju bersama mewujudkan visi dan tujuan pembangunan Kabupaten OKI di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) OKI ke-74, Jumat (11/10).
Menurut Iskandar, capaian pembangunan yang telah mampu diraih saat ini bukan hanya karya Bupati dan Wakil Bupati serta karya lembaga legislatif ataupun yudikatif saja tetapi juga merupakan karya seluruh warga masyarakat OKI.
“Melalui peringatan hari jadi ke 74 tahun Kabupaten Ogan Komering Ilir saya mengajak kita semua untuk optimis dan Bergerak Maju Bersama menuju Ogan Komering Ilir yang lebih Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa,” kata Iskandar.
Dengan semangat bersama, Iskandar yakin Kabupaten OKI akan mampu melakukan lompatan kemajuan. Visi Ogan Komering Ilir Mandira, tambah Iskandar, selaras dengan visi Gubernur mewujudkan Sumatera Selatan Maju Semua dan SDM unggul untuk Indonesia Maju.
“Kita mendukung Sumatera Selatan yang Maju untuk Semua serta Indonesia unggul, maju, berkeadilan,” ujar Iskandar.
Selain itu, Iskandar mengklaim bahwa visi Ogan Komering Ilir lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera berlandaskan Iman dan Taqwa saat ini juga selaras dengan visi Sumatera Selatan Maju untuk semua serta visi Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia Maju, yang berdaulat mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Untuk itu melalui peringatan hari jadi ke 74 tahun Kabupaten Ogan Komering Ilir Iskanar mengajak semua elemen masyarakat OKI untuk optimis menatap ke depan dengan bersama.
Dirinya juga sempat mengutip pernyataan Presiden Jokowi untuk mengajak masyarakat OKI agar lebih optimis menatap ke depan. Kultur baru menurut dia juga harus ditumbuhkan, yaitu kultur unggul di semua bidang kehidupan.
“Untuk memupuk keunggulan tersebut kuncinya adalah budaya. Budaya kerja keras, budaya disiplin, spirit of excellence. Itulah akar tunggang pohon keunggulan yang kita cari. Spirit yang perlu diberi darah, saraf, otot, dan daging, agar menjadi tubuh, agar menjadi sebuah budaya,” pungkasnya. (rif)
















