JAKARTA, fornews.co– Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah berkeinginan menanggalkan level sebagai negara middle income country menjadi negara middle income upper country. Karena lebih tinggi lagi, maka pemerintah tengah mengidentifikasi tantangan-tantangan yang perlu dijawab hari ini.
“Seperti yang selama ini telah disampaikan, pembangunan sumber daya manusia (SDM), namun nanti akan jauh lebih detail mengenai SDM itu bagaimana dari mulai strategi pendidikan, kesehatan, jaring pengaman sosial, termasuk training tenaga kerja,” katanya, saat menjawab wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (06/03) siang, seperti dikutip dari setkab.go.id.
Sri Mulyani mengungkapkan, hal-hal seperti itu yang akan dibahas lebih detil pada tahap awal dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020. Namun, sifatnya masih direction, hanya arahnya dulu, belum sampai kepada detil.
Kemudian, sambungnya, dari sisi pembangunan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas, inovasi dan daya saing. Untuk itulah, pemerintah membahas terhadap infrastruktur yang selama ini sudah dibangun, apa yang lebih harus diperhatikan? Kemudian kalau bicara tentang produktivitas, inovasi, dan daya saing, maka industri manufaktur harus seperti apa?
“Jadi, pembahasan bagaimana untuk bisa meningkatkan peranan dari sektor manufaktur itu di dalam kerangka untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih seimbang, seperti membahas bagaimana ini bisa menjawab persoalan seperti neraca pembayaran, defisit eksternal balance kita, dan juga dari sisi kemampuan untuk ekspor dan investasi,” ungkapnya, saat ditanya mengenai materi pembahasan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
Dari sisi itu, Sri Mulyani melanjutkan, nanti akan ditetapkan bagaimana kebijakan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang bisa mendukung tema-tema tersebut, dan tantangan-tantangan yang harus dijawab. Kemudian tantangan ketiga mengenai demografi, karena kita masih mempunyai demografi yang muda sehingga kita perlu perhatian untuk pendidikan, kesehatan, dan training itu seperti apa.
“Ini masih merupakan suatu brainstorming awal untuk bisa mendapatkan arahan dari Presiden, Wapres, Kabinet mengenai apa arah yang harus kita perhatikan di dalam menyiapkan fondasi Indonesia di tahun 2020,” terangnya.
Saat disunggung bagaimana asumsi makro dalam APBN 2020, Sri Mulyani mengatakan, masih di dalam range. “Nanti, mungkin sidang kabinet selanjutnya ya yang sudah dalam poin ya,” tandasnya. (tul)

















