PALEMBANG, fornews.co – Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel (BSB) Antonius Prabowo menyampaikan, bahwa Program Taksi Alsintan( alat dan mesin pertanian) dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat mekanisme dan modernisasi pertanian di Indonesia.
Program ini menghadirkan teknologi pertanian di tengah-tengah petani dan turut mengakselerasi pemulihan ekonomi di sektor pertanian. Untuk bantuan dalam penyediaan alsintan secara mandiri, oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Hal yang termudah bagi para petani khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel), untuk melakukan pengajuan program tersebut adalah dengan mendatangi kantor-kantor BSB terdekat,” ujar dia, Sabtu (17/9/2022).
Antonius mengungkapkan, nantinya petani akan dibantu untuk melengkapi data dan persyaratan. Untuk calon debitur akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan. Dari data calon debitur tersebut, BSB akan melakukan pengecekan Sistem Informasi Layanan Keuangan (SLIK).
“Di antaranya berisi apakah calon debitur tersebut sedang menerima KUR atau kredit di bank lain. Termasuk apakah kondisi calon debitur memiliki tunggakan kredit atau tidak,” ungkap dia.
Bila calon debitur tersebut lolos dari SLIK, jelas dia, maka calon debitur harus melengkapi data-data pendukung. Seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga dan surat menikah (jika sudah menikah).
Kemudian, surat keterangan usaha dari pemerintah setempat (desa/lurah/kecamatan), termasuk surat penawaran dari penyedia alat alsintan tersebut.
“Umumnya berisi jenis alsintan dan harga jual alsintan dan juga melampirkan brosur alsintan tersebut. Jika hasil dari analisa bank layak, dilanjutkan dengan penandatanganan kredit serta pencatatan pada SIKP (Sistem Informasi Kredit Program),” jelas dia.
Antonius menerangkan, plafon maksimal kredit program diberikan maksimal sebesar Rp500 juta, atau maksimum 80 persen dari harga alsintan per debitur. Perhitungan plafon kredit disesuaikan dengan harga alsintan dan analisa pemberian kredit yang dilakukan oleh bank, terkait uang muka terbilang cukup rendah.
“Yakni 30 persen dari harga Alsintan, biaya administrasi dan biaya provinsi tidak dikenakan, jangka waktu kredit maksimal 60 bulan dan suku bunga KUR 6 persen efektif per tahun,” terang dia.
Hingga saat ini, jumlah petani yang mengajukan KUR Alsintan baru mencapai 15 debitur, setelah program Taksi alsintan diluncurkan. BSB akan terus melakukan sosialisasi mengenai kemudahan dari fasilitas tersebut.
Diharapkan ke depan dapat meningkat lebih banyak lagi.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap dan akan terus mendorong untuk petani dan pelaku usaha pertanian, ikut dalam program Taksi alsintan, yakni penyediaan alsintan melalui fasilitas KUR.
Program taksi alsintan digulirkan agar masyarakat mampu mengadakan alsintan secara mandiri, sehingga tidak lagi tertuju pada bantuan pemerintah melalui APBN.
Salah satu inovasi yang Kementan dorong untuk mendukung kemajuan mekanisasi pertanian adalah program Taksi alsintan. (aha)
















