PALEMBANG, fornews.co – Aplikasi seluler Urundata kembali mendukung restorasi di Sumatra Selatan dengan meluncurkan program Jelantara atau Jelajah Nusantara. Peluncuran program ini dilaksanakan secara daring, Rabu (18/11).
Andree Ekadinata dari World Agroforestry (ICRAF) mewakili konsorsium RESTORE+ yang memprakarsai aplikasi Urundata mengatakan, Jelantara adalah kegiatan pengambilan data secara langsung di lapangan secara urun daya. Kegiatan urunan data Jelantara akan dimulai November 2020 hingga awal tahun 2021. Untuk mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Urundata pada Google Play Store dan memilih kegiatan Jelantara pada halaman beranda.
“Hasilnya nanti diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk kebijakan restorasi ke depan,” ujarnya.
Dalam program kali ini, Urundata menargetkan 2.472 titik target lokasi identifikasi lokasi restorasi. Mengingat, dari data citra satelit pada program sebelumnya diketahui tutupan lahan di provinsi ini menurun signifikan sepanjang 2015 – 2018.
Kepala Litbang LHK Palembang, M Thabrani mengatakan, aplikasi penghimpun data seperti Urundata ini tentu dapat membantu peneliti di Litbang dalam pengumpulan data menjadi lebih efisien dan efektif, dengan tetap menggunakan kaidah ilmiah. Mengingat selama ini pengumpulan data sesuai fakta di lapangan sering kali memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Terlebih di masa pandemi ini kontak fisik sangat terbatas dan bisa berdampak pada proses penelitian lapangan. Meski diakuinya, pandemi semestinya tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan penelitian.
“Tentu sangat membantu peneliti, misalnya mendapatkan informasi kondisi alam dari data yang dibagikan di aplikasi itu,” kata Thabrani.
Tidak hanya lembaga penelitian seperti Balai Litbang LHK Palembang, Civitas dari Perguruan Tinggi juga menyambut baik program unik ini.
“Perguruan tinggi tentu bisa berperan sebagai penyumbang data sekaligus pengguna data untuk penelitian. Mahasiswa sangat bisa berpartisipasi, apalagi Jelantara ini seperti bermain dan mahasiswa memang belajar secara daring saat ini,” ujar Karlin Agustina selaku Dosen Universitas IBA Palembang. (yas)
















