
PALEMBANG-Gol tunggal Edward Wilson Junior menit 81 mengubur impian Sriwijaya FC untuk membawa pulang satu poin dari Stadion Mandala, markas Persipura Jayapura pada pekan ke 26 Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Minggu (30/10) sore.
Pertahanan SFC akhirnya ditembus mantan penyerang Semen Padang itu melalui serangan balik, dari sisi kanan pertahanan tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini. Sepakan kaki kirinya tidak bisa dibendung oleh Teja Paku Alam dan membuat gawang Laskar Wong Kito bergetar.
Kekalahan ini membuat Laskar Wong Kito tidak beranjak dari urutan lima dengan 43 poin dari 26 pertandingan. Sedangkan bagi Mutiara Hitam, kemenangan ini membuat mereka terdongkrak ke posisi runner up, dengan poin 49 menggeser Madura United dengan keunggulan produktifitas gol.
Setelah ini, SFC akan bertanding menghadapi Semen Padang, Jum’at (04/11) nanti di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Sedangkan bagi Persipura, mereka akan kembali melakoni laga kandang keempat secara beruntun melawan Pusamania, Sabtu(05/11) nanti.
Pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro mengucapkan selamat untuk Persipura, atas kemenangan yang berhasil diraih pada pertandingan tersebut. Menurut dia, laga berjalan menarik dan kedua tim nemampilkan strategi dan taktik masing-masing, untuk membuka peluang.
“Tapi Persipura berhasil memanfaatkan peluang mereka. Kami juga memiliki peluang, namun penyelesaiannya kurang baik,”ungkapnya usai laga.
Suksesor Benny Dollo ini melanjutkan, pada pertandingan itu timnya memang sengaja bermain tempo, sehingga terlihat seperti lebih banyak bertahan.”Kami tidak bermain bertahan, tapi kita mencoba mengimbangi permainan mereka,”lanjutnya.
Mengenai keputusanya menurunkan Firman Utina di pertengahan babak kedua, Widodo menjelaskan jika hal itu dilakukannya atas permintaan Firman Utina sendiri.
“Dia (Firman) memang baru diturunkan babak kedua karena kondisinya kurang fit dan dia yang meminta main di babak kedua,”paparnya.
Winger SFC Yohanis Nabar menambahkan, pada laga itu dia belum beruntung. Padahal, dirinya memiliki peluang mencetak gol. “Inilah sepakbola, saya sebenarnya ada peluang, namun Persipura bermain lebih baik malam ini,”ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persipura Alfredo Vera mengatakan, laga yang dijalaninya menghadapi SFC sangat penting. Bahkan pihaknya menganggap pertandingan itu seperti layaknya final.
“Sepanjang pertandngan kami berhasil membuat banyak peluang, tapi karena pemain tidak sabar, membuat peluang terbuang percuma. Hal itulah yang saya tekankan saat jeda babak pertama. Saya meminta pemain terus bergerak dan bikin peluang. Saya senang karena bisa mendapatkan kemenangan terakhir atas tim papan atas,”tuturnya.(har)















