PALEMBANG, fornews.co – Kembali masuknya Kota Palembang ke zona merah penyebaran COVID-19 pada awal Desember 2020, dikarenakan rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Indikator zona merah itu kedisiplinan masyarakat pada protokol kesehatan,” jelas Koordinator Tim Ahli Gugus Tugas COVID-19 Sumsel Prof. Edward Juliartha dibincangi usai tinjauannya ke kampus UIGM, Selasa (15/12).
Edward pun menyayangkan hal ini. Sebab menurutnya, sosialisasi protokol kesehatan telah maksimal dilakukan. Bahkan timnya turun langsung melakukan pantauan untuk supervisi ke lokasi sebelum adanya kegiatan yang melibatkan orang banyak.
“Sudah semaksimal mungkin kita sampaikan, tolong protokol kesehatannya dijalankan. Tapi nyatanya kedisiplinan masyarakat belum maksimal,” katanya.
Ia menegaskan, berdasarkan pemantauan di sejumlah titik, termasuk jalanan, masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas dengan berkerumun dan mengabaikan protokol kesehatan.
“Mungkin niatnya sudah ada, tapi implementasinya seperti apa. Kita tegur untuk Prokes, justru yang ditegur lebih galak dari tim Satgas,” sesalnya.
Untuk itu, ia terus mengimbau agar masing masing orang tetap menjaga diri, meningkatkan rasa disiplin serta menerapkan protokol kesehatan.
“Jangan pernah lupa mengenakan masker, mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer, serta tetap menjaga jarak,” tuturnya.
Disinggung mengenai jelang libur panjang akhir tahun, ia tetap berharap agar setiap hotel yang ada di Palembang benar benar menerapkan Prokes kepada setiap tamunya.
“Tidak ada lagi kegiatan yang bersifat melibatkan orang banyak pada saat perayaan tahun baru,” tegas Edward.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Palembang melaporkan penambahan konfirmasi positif di Palembang per 16 Desember 2020 sebanyak 34 kasus. Dengan demikian, akumulasi kasus positif di kota ini kini berjumlah 4742 kasus.
“Terdiri dari kasus bergejala atau simptomatik sebanyak 3.061 orang dan kasus tidak bergejala (OTG) 1.681 orang,” sebut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan.
Adapun angka sembuh juga menunjukkan penambahan sebanyak 13 orang. Maka, catatan sembuh di Palembang sebanyak 3.684 orang. Sementara angka kematian juga bertambah 1 orang, sehingga total kematian hingga hari ini menjadi 257 orang. (yas)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

















