PALEMBANG, Fornews.co – Musim hujan yang terjadi saat ini membuat sejumlah penyakit lebih mudah untuk menyerang. Salah satunya; penyakit tipes atau demam tifoid
Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Tifus dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii.
Pada umumnya, masa inkubasi bakteri penyebab tifus adalah 7-14 hari, namun bisa lebih pendek yaitu sekitar tiga hari, atau lebih panjang hingga 30 hari. Masa ini dIhitung dari saat bakteri masuk ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala awal.
Berikut ini gejala dari tifus:
– Demam yang meningkat secara bertahap tiap hari hingga mencapai 39°C-40°C. Demam juga akan lebih tinggi pada malam hari.
– Nyeri otot.
– Sakit kepala.
– Merasa tidak enak badan.
– Pembesaran ginjal dan hati.
– Kelelahan dan lemas.
– Berkeringat.
– Batuk kering.
– Penurunan berat badan.
– Sakit perut.
– Kehilangan nafsu makan.
– Anak-anak sering mengalami diare, sementara orang dewasa cenderung mengalami konstipasi.
– Muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda.
– Linglung, merasa tidak tahu sedang berada di mana dan apa yang sedang terjadi di sekitar dirinya.
Pengobatan:
Terapi antibiotik adalah cara efektif dalam menangani tifus dan perlu diberikan sedini mungkin. Beberapa obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati tifus adalah azithromycin, ciprofloxacin, atau ceftriaxone.
Perawatan tifus dilakukan di rumah sakit, tapi jika tifus lebih cepat dideteksi dan gejalanya masih tergolong ringan, maka penanganannya bisa dilakukan secara mandiri di rumah.
Pengobatan Tifus di Rumah Umumnya orang yang didiagnosis tifus pada stadium awal membutuhkan pengobatan selama 1-2 minggu dengan tablet antibiotik. Meski tubuh mulai membaik setelah 2-3 hari mengonsumsi antibiotik, sebaiknya jangan menghentikan konsumsi sebelum antibiotik habis. Hal ini berguna untuk memastikan agar bakteri Salmonella typhii benar-benar lenyap di dalam tubuh. Meski begitu, pemberian antibiotik untuk mengobati tifus mulai menimbulkan masalah bagi negara-negara di Asia Tenggara. Beberapa kelompok Salmonella typhii menjadi kebal terhadap antibiotik. Beberapa tahun terakhir, bakteri ini juga menjadi kebal terhadap antibiotik chloramphenicol, ampicillin, dan trimethoprim-sulfamethoxazole. Jika kondisi makin memburuk saat menjalani perawatan tifus di rumah, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pada sebagian kecil penderita tifus, penyakit ini dapat kambuh kembali.
Pastikan untuk mengikuti langkah-langkah ini supaya tubuh segera pulih dan mencegah risiko tifus kambuh:
– Istirahat yang cukup.
– Makan teratur. Makan dalam porsi sedikit, tapi dalam frekuensi yang cukup sering dibandingkan dengan makan porsi besar, tapi hanya tiga kali sehari
– Perbanyak minum air putih.
– Rajin mencuci tangan dengan sabun untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.
Bakteri yang Menetap di Dalam Tubuh (Alodokter)
















