JAKARTA, fornews.co – Kondisi kemanusiaan di Gaza kini kian memburuk dengan menipisnya pasokan makanan. Kini, Gaza banyak mengharapkan bantuan dari luar negeri.
Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan, 70% masyarakat Gaza hidup dalam kemiskinan dan 100.000 warga tak memiliki rumah.
“Mereka sangat sulit mencari nafkah dan mengandalkan bantuan luar negeri, khususnya Indonesia,” kata Vice President of Humanity Network ACT Insan Nurohman di Jakarta, Rabu (10/01).
Lembaga yang sudah berkiprah 11 tahun di Palestina, ini juga menginformasikan sebanyak 44.000 warga Gaza mengalami disabilitas akibat agresi Israel. Akibatnya, mereka kesulitan memberikan nafkah untuk keluarga.
“Setidaknya ada 72% masyarakat Gaza berada dalam kerawanan pangan,” jelas Insan.
Insan menambahkan, sejak tanggal 31 Desember 2017 lalu, dapur umum lembaganya telah menyiapkan 9.000 porsi makanan sebanyak tiga kali sehari di 12 rumah sakit di seluruh Gaza.
“Sudah lebih dari tiga bulan, 12 rumah sakit di seluruh Gaza tak lagi mampu menyiapkan sarapan rutin bagi pasien di bangsal perawatan,” kata Insan.
ACT berencana mengirimkan kapal kemanusiaan ke Gaza yang memuat 10.000 ton beras pada Februari. Rencananya, pelepasan akan dilakukan pemerintah Indonesia. (AA)

















