PALEMBANG, fornews.co – Pendukung dan pecinta Sriwijaya FC tentunya sudah tidak sabar melihat aksi bek anyar Hamka Hamzah. Kemungkinan besar, debut Hamka akan terjadi saat SFC menghadapi PSMS Medan, Jumat (26/1).
Hamka sendiri telah resmi dilepas PSM Makassar dengan keluarnya surat pelepasan sang pemain. Sehingga kini Hamka bisa dimasukkan dalam daftar pemain yang akan turun membela SFC di laga terakhir Grup A Piala Presiden 2018.
Apalagi, lini belakang kehilangan sosok Bio Paulin yang terkena akumulasi kartu kuning. Padahal di dua laga sebelumnya, bek naturalisasi itu diduetkan dengan bek asal Mali, Mahamadou N’diaye.
Dengan absennya Bio Paulin, maka peluang Hamka Hamzah berduet dengan N’diaye terbuka lebar. Namun layak ditunggu apakah Hamka akan langsung diturunkan sejak menit awal atau memulai debut dari bangku cadangan. Sebab Hamka belum genap sepekan bergabung dalam latihan Sriwijaya FC dan kondisinya belum fit 100%.
“Dia ada kans besar main (lawan PSMS Medan). Kita coba turunkan di game session waktu uji coba di Football Plus gak ada masalah (dengan kondisi fisiknya),” ujar Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengomentari Hamka Hamzah.
Sementara itu, Hamka Hamzah mengaku masih terus mengembalikan kebugaran fisiknya. Meski demikian, hal itu tidak terlalu berpengaruh baginya jika memang pelatih mempercayakannya turun di laga nanti.
“Kondisi saya masih 80-90%. Tapi sebagai pemain yang berpengalaman Insya Allah saya bisa mengatur tempo permainan lawan PSMS,” kata Hamka usai latihan di lapangan Secapa AD Bandung, Rabu (24/1) sore.
Hamka pun menyatakan, tidak ada masalah soal adaptasi dengan pemain maupun pelatih. Sebab, beberapa pemain sudah saling kenal. “Kalau untuk adaptasi di klub Indonesia ini gak ada lah. Kita kan pernah main sama-sama di timnas atau klub lain. Jadi gak ada masalah (soal adaptasi),” tutur Hamka.
Diakui Hamka, Sriwijaya FC sejak berdiri memiliki sejarah yang membanggakan. Laskar Wong Kito merupakan salah satu tim besar Indonesia yang bertabur gelar dan trofi. Sehingga wajar jika ekspektasi pendukung terhadap prestasi tim begitu besar.
“Meski demikian, ini masih masa persiapan (liga) dan bukan tolok ukur kekuatan tim sesungguhnya. Tapi saya dan teman-teman serta pelatih juga menginginkan hasil maksimal di turnamen pramusim ini. Meski demikian yang utama bagaimana pemain menjalankan dengan baik instruksi dari pak Rahmad (Darmawan),” pungkas pemain kelahiran Makassar, 29 Januari 1984 ini. (ije)

















