Oleh: Syahroni, Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) dan Instruktur Sekolah Lapang Petani Gambut
Pada ulasan sebelumnya, kita telah membahas manfaat dan cara pembuatan pupuk organik padat. Maka kali ini, kita juga akan membahas masih seputar pupuk organik, tapi berbentuk cair yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanaman, sehat dan tentunya ramah terhadap lingkungan.
Pupuk organik cair terbuat dari bahan (organik) yang difermentasi dengan cara anaerob. Fermentasi anaerob adalah metode yang digunakan sel untuk mengekstrak energi (wikipedia). Dimana setiap pupuk cair memiliki sifat dan karakteristik sesuai dengan kegunaannya.
Pupuk organik cair, berfungsi untuk merangsang pertumbuhan bagi tanaman yang mulai bertunas, atau saat mulai pertumbuhan buah dan biji melalui pori-pori atau stomata di permukaan. Pupuk organik cair ini bisa diaplikasikan pada daun, batang dan bunga dengan kepekaan pupuk sekitar 2%.
Langkah-langkah pembuatan pupuk organik cair
1. Siapkan setengah karung dedak, satu karung kotoran ayam, 100 gram gula merah, 30 kilogram (Kg) hijauan (batang pisang, jerami, daun leguminosae/tanaman sejenis kacang-kacangan), 50 mililiter (ml) bioaktivator (EM4) dan air secukupnya.
2. Setelah bahan pupuk organik tersedia, lalu siapkan peralatan berupa tong plastik kedap udara berukuran 100 liter. Lalu lubangi tutup tong tersebut seukuran selang aerator.
3. Siapkan selang aerator transparan dengan diameter 0,5 centimeter (cm), dan botol plastik berukuran 1 liter.
Proses pembuatan pupuk organik cair
1. Potong-potong atau rajang bahan baku organik, kemudian masukkan ke dalam tong dan tambahkan air dengan perbandingan 2:1, lalu aduk hingga rata;
2. Campurkan bioaktivator (EM4) dan gula merah serta 5 liter air secara merata, kemudian masukkan ke dalam tong;
3. Tutup rapat tong, lalu masukkan selang aerator pada tutup tong yang sudah dilubangi. Rekatkan tempat masuknya selang sehingga tidak ada cela udara. Sementara, ujung selang satunya masukkan pada botol plastik yang telah berisi air;
4. Pastikan kembali bahwa tutup tong sudah benar-benar rapat. Proses (anaerob) ini, yaitu menstabilkan gas di dalam tong menggunakan selang yang dipasang pada tutup tong tersebut;
5. Cek tingkat kematangannya di hari ke 7 atau 10, dengan mencium aromanya. Jika sudah menyerupai aroma tapai, maka bisa dipastikan sudah matang;
6. Pisahkan cairan dengan ampas menggunakan saringan. Kemudian ampasnya sendiri, berguna sebagai pupuk organik padat;
7. Masukkan cairan (pupuk organik cair) tersebut ke dalam botol plastik atau kaca (beling), lalu tutup secara rapat serta kemas dengan baik, agar pupuk organik cair tersebut bisa digunakan hingga enam bulan. (*)
















