YOGYAKARTA, fornews.co–Memasuki Agustus, masyarakat Kota Yogyakarta serentak memasang bendera Merah Putih dalam berbagai ukuran.
Setiap ruas jalan utama terlihat meriah meski Hari Kemerdekaan 17 Agustus masih beberapa hari ke depan.
Bahkan di setiap gang dan lorong kampung, bendera Merah Putih menghiasi rumah-rumah.
Tidak terkecuali semangat para penjual bendera yang mudah dijumpai di tiap ruas jalan di Yogyakarta.
Ayik, misalnya. Bapak satu anak, penjual bendera itu datang dari Ciamis, Jawa Barat.
Ia sudah sepekan meninggalkan istri dan anaknya di kampung mencari keberuntungan di Kota Gudeg.

“Kenapa memilih Jogja, karena di sini masyarakatnya memiliki nasionalisme yang tinggi,” kata Ayik, kepada fornews.co, Rabu sore.
Ayik, tidak lagi asing dengan Yogyakarta, karena hampir setiap tahun menggelar lapak bendera di Kota yang pernah menjadi Ibu Kota Negara RI.
“Karena sejak awal berjualan, sejak tahun 2012, saya diajak teman di Jogja,” katanya, “maka itu saya selalu memilih berjualan bendera di Jogja.”

Ia mengaku pernah berjualan di sejumlah tempat, namun hanya di Jogja yang membuatnya bersemangat menjual bendera Merah Putih.
Menurut Ayik, daya beli masyarakat Jogja terhadap bendera Merah Putih begitu tinggi. “Mungkin karena di sini masyarakatnya sangat menghargai sejarah.”
Ia membandingkan pembeli di tiap daerah, dan hanya di Jogja, masyarakatnya tidak perhitungan soal harga bendera Merah Putih.
Kata Ayik, kebanyakan pembelinya justru mencari bendera yang bagus, bukan harga yang murah.
“Kalau di sini (Jogja) beda. Masyarakatnya tidak mempermasalahkan harga, asal benderanya bersih dan tidak cacat,” ungkapnya.

Di Jogja, Ayik tidak sendiri. Ia bersama tiga teman lainnya dari Ciamis.
Sebagian temannya, satu menggelar lapak di Jalan Kaliurang dan dua teman lainnya berjualan di sekitar Jalan Gejayan.
Selama di Jogja, mereka indekost tinggal bersama hingga menjelang Hari Kemerdekaan.
Mereka menyewa satu kamar di sekitaran Jembatan Merah, di Jalan Gejayan.
“Rencananya kami pulang ke Ciamis sehari sebelum Hari Kemerdekaan,” ujar Ayik.

Meski penjualan bendera tidak ditarget, Ayik, tetap berusaha memberikan hasil yang terbaik untuk keluarganya.
“Paling tidak nanti setelah pulang ke Ciamis, ada hasil untuk keluarga.”
Sepekan menggelar lapak di Jalan HOS Cokroaminoto, kebanyakan pembeli memilih bendera Merah Putih berukuran 90x60cm dan 135x100cm.
Bendera berukuran 90x60cm jenis kain dijual Rp 30 ribu, dan jenis Satin dijual Rp 25 ribu.
Sedangkan bendera kain ukuran 135x100cm dibandrol Rp 50 ribu.
Selain bendera, Ayik, juga menjual berbagai background Merah Putih dalam berbagai ukuran.
Background Merah Putih ukuran 10 meter dijual Rp 400 ribu, ukuran 8 meter Rp 300 ribu, dan ukuran 6 meter dijual Rp 200 ribu.
Untuk umbul-umbul jenis bahan Satin dijual Rp 50 ribu.

Hingga menjelang Hari Kemerdekaan, Ayik, buka dari jam 07.00-18.30 WIB.
Seorang pembeli, Anto, memilih bendera ukuran 90×60 untuk dipasang di depan rumahnya.
Meski punya banyak bendera Merah Putih, Anto, mengaku selalu membeli bendera baru setiap Agustus tiba.
“Karena bendera yang lama sudah kotor dan tidak layak lagi dikibarkan,” ujarnya, Rabu (5/8/2020).
Ia merasa malu memasang bendera Merah Putih yang terlihat kotor.
Bagi Anto, dapat memasang bendera Merah Putih secara serentak pada bulan Agustus merupakan momen paling istimewa. (adam)















