
BATURAJA, Fornews.co-Tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), maka Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP, mengharapkan agar Badan Narkoba Kabupaten (BNK) di daerah ini, untuk diaktifkan kembali.
Leo menjelaskan, situasi saat ini bukan tidak mungkin wilayah Bumi Sebimbing Sekundang, menjadi darurat narkoba. Hal ini dibuktikan, kurang dari satu bulan saja Polres OKU, mengamankan 12 orang pengedar narkoba. Dari keseluruhan tersebut, ternyata wilayah Kota Baturaja, menjadi tempat peredaran narkoba yang paling banyak.
“Bayangkan saja, tidak sampai satu bulan polisi berhasil mengamankan barang bukti 26,7 gram sabu yang dibentuk menjadi 120 paket. Dari kesemuanya itu jika digunakan oleh generasi muda, akan ada 120 orang lebih generasi penerus yang masa depannya akan hancur akibat narkoba,” ujarnya Jumat (27/01).
Memerangi narkoba, harus adanya peran aktif semua pihak, terutama pemerintah. Leo menyadari, polisi tidak akan mampu menuntaskan persoalan ini (narkoba) sendirian. Karenanya, dengan diaktifkannya kembali BNK, bisa meminimalisir peredaran narkoba di OKU. “Selai kita (polisi) bekerja ekstra untuk memberantas dan menindak penyalahguna narkoba. Pihak pemerintah daerah (Pemda) juga ikut terlibat melalui BKN,” terangnya.
Disinggung peredaran narkoba yang sudah ke pinggiran kota Baturaja, Leo menyatakan bahwa jika dipinggiran di desa-desa sangat jarang ditemukan peredaran narkoba. “Kejahatan narkoba di desa-desa masih kecil. Kemungkinan warga di desa masih peduli terhadap kawasannya jika menemukan atau melihat warga pasti langsung mengontak pihak kepolisian. Terbukti dengan hanya satu kasus narkoba di desa, itu pun di kecamatan yang juga berdekatan dengan Kota Baturaja,” pungkasnya. (wil)
















