BANTUL, fornews.co – Ombak di sepanjang pesisir Selatan tidak diragukan lagi sangat berbahaya. BMKG bahkan mencatat tinggi gelombang ombak pantai Selatan pernah lebih dari 10 meter.
Ombak itu menimbulkan abrasi di sepanjang pesisir pantai Selatan hingga muara Kali Progo, di Srandakan, Bantul. Abrasi juga membuat deretan bangunan di kawasan wisata Pantai di wilayah Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, rusak. Warga sekitar pantai mengatakan abrasi sudah sering terjadi sejak tahun 2000-an.
“Dulu yang terparah pernah terjadi tahun 2014,” ujar Sumartono, salah seorang warga setempat, Minggu (09/08).
Pria 52 tahun yang akrab disapa Martono ini pernah mengalami kejadian itu di Pantai Goa Cemara. Tinggi gelombang lebih dari 5 meter juga pernah menggerus daratan di sepanjang 1,4 km di kawasan Pantai Goa Cemara.
“Makanya sangat berbahaya jika pengunjung terlalu dekat dengan laut,” katanya.
Martono menyebutkan, ombak setinggi kurang dari 10 meter saja bisa membuat abrasi, apalagi gelombang ombak lebih dari 10 meter. Meski abrasi terparah pernah terjadi pada tahun 2014 di sepanjang pantai yang masuk wilayah itu, namun masih ada yang nekat tinggal di bangunan hanya beberapa meter dari bibir pantai.
“Karena bangunan terlalu dekat pantai akibatnya kan banyak rumah yang roboh,” ucapnya.
Pantauan fornews.co, kebanyakan bangunan di kawasan ini melanggar garis sempadan pantai (GSP) yang ditetapkan sejauh 200 meter dari bibir pantai. Selain itu, masih banyak bangunan di kawasan itu berada di sisi selatan jalur jalan lintas selatan (JJLS). Padahal aturannya, kawasan wisata di daerah itu harusnya berada di sisi utara jalur jalan lintas selatan (JJLS). (ije)
















