PAGARALAM, fornews.co – Jika Yogyakarta punya Malioboro, Bandung punya Braga, Jakarta punya Sabang, maka Pagaralam pun mulai merintis tempat wisata legendaris seperti yang ada di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Adalah kawasan Talang Jawa, Kelurahan Sidorejo, Kota Pagaralam, yang kini menjadi pusat keramaian di malam hari.
Kawasan itu kini semakin cantik dengan cahaya ribuan lampu yang terang benderang dan deretan payung warna warni yang digantungkan di sepanjang jalan. Bahkan penyelenggaraan “Pagaralam Culinary Night” pada Sabtu (27/01) malam, berlangsung di luar ekspektasi.
Ribuan pengunjung menyerbu dan berdesakan memadati dua kilometer jalan aspal bercampur-baur dengan para penjual penganan, seniman pelukis serta pemusik yang unjuk kebolehan di banyak spot yang disediakan panitia. Para pelukis sibuk bekerja dan menerima orderan dari warga yang mengantre ingin wajahnya dilukis. Para penjual jajanan banyak yang harus menutup lapak mereka lebih cepat karena dagangan mereka sudah ludes terjual. Sementara wajah-wajah warga pengunjung tampak menebarkan aura kegembiraan. “Belum pernah aku lihat keramaian seperti ini di Pagaralam sebelumnya,” kata Laura, ibu rumah-tangga yang datang bersama suami dan tiga anak mereka.
Angin kencang yang sedang melanda Kota Pagaralam, menggoyang dan mematahkan ranting pepohonan bahkan merontokkan jajaran payung hiasan tampaknya tidak mengurangi antusias pengunjung untuk larut dalam kemeriahan acara.
Wali Kota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni yang malam itu mengenakan busana batik sederhana dibalut jaket warna coklat, tampak berbaur dengan warganya yang tampak gembira. Hj Ida Fitriati mengaku kagum menyaksikan anak-anak muda di Pagaralam yang sudah sampai pada pemikiran dan mampu meralisasikan gagasan seperti ini. Kekaguman Hj Ida Fitriati juga tertuju pada peserta “Pagaralam Culinary Night” yang datang dengan pelbagai jenis penganan sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan. Namun, apresiasi khusus Hj Ida Fitriati tertuju pada segenap masyarakat yang tinggal di sepanjang Jalan Sidorejo yang telah dengan ikhlas membantu melancarkan acara.
“Dari acara seperti Pagaralam Culinary Night ini ada banyak manfaat yang bisa diambil. Acara seperti ini jelas sangat menguntungkan pelaku ekonomi kecil, menggairahkan kehidupan berkesenian para seniman, dan pada gilirannya akan berdampak positif pada usaha Pemerintah Kota untuk mengembangkan pariwisata yang merupakan sektor andalan Kota Pagaralam ke depan,” katanya.

Ilham Bijak Pulon, ketua panitia acara, mengakui bahwa acara ini digelar semata-mata untuk menggairahkan sektor pariwisata di Kota Pagaralam, sesuai dengan “tupoksi”-nya sebagai Operation Manager Gunung Gare Resort Villa & Resort. Karena menurutnya, masalah pengembangan pariwisata bukanlah bagaimana mencari wisatawan melainkan bagaimana membuat kegiatan demi kegiatan yang menarik perhatian wisatawan sehingga mau berdatangan ke Kota Pagaralam.
“Dengan filosofi itulah “Pagaralam Culinary Night” diselenggarakan. Dan mungkin ini bukan yang pertama dan terakhir. Ke depan kita akan memikirkan lagi bagaimana membuat acara yang dapat menarik minat wisatawan dan sekaligus bermanfaat untuk memberdayakan sektor perekonomian, kesenian dan kebudayaan masyarakat,” ujar pria penggagas Grup Dangau Besemah di media sosial Facebook ini.
Camat Pagaralam Selatan, Helmy yang ditemui di lokasi mengatakan, ke depan Pemkot Pagaralam akan mencarikan lokasi yang lebih memadai lagi untuk menggelar acara-acara kerakyatan seperti ini setelah melihat antusiasme masyarakat Pagaralam begitu tinggi. Apalagi acara seperti ini membuka peluang masyarakat untuk menjual dagangan dan karya-karya seninya. “Insya Allah ke depan penyelenggaraan Pagaralam Culinary Night ini akan lebih baik lagi,’’ ujar mantan Kabag Humas Pemkot Pagaralam ini.
Sementara menurut Minang Apriliansyah Wijaya, seorang aktivis pemuda di Pagaralam, acara seperti “Pagaralam Culinary Night” yang digelar di Jalan Sidorejo ini tidak hanya bermanfaat dan menguntungkan para penjual makanan yang sebelumnya sudah ada di kawasan tersebut, tetapi juga membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk menciptakan jenis-jenis makanan yang baru dan unik, untuk dijajakan di sana. “Pendeknya, acara seperti “Pagaralam Culinary Night” ini sangat menguntungkan semua pihak. Aku berharap acara seperti ini sering-sering diadakan di Pagaralam,” kata Minang. (tul)
















