PALEMBANG, fornews.co – Antusiasme pelaku usaha di Sumatra Selatan memanfaatkan fintech peer-to-peer lending cukup besar. Setidaknya hal itu diakui salah satu penyelenggara fintech P2P lending, Akseleran.
Head of Public & Government Relation Akseleran, Rimba Laut mengatakan, secara nasional hingga pertengahan April 2019, pihaknya telah menyalurkan total pinjaman mencapai Rp415 miliar ke 800 peminjam. Adapun rata-rata pertumbuhan penyaluran pinjaman Akseleran sebesar 15-20% atau sekitar Rp55 miliar per bulan.
Sedangkan untuk regional Sumatra, dari sisi pemberi dana pinjaman (lenders) Sumatra Selatan masuk jajaran tiga besar. Dimana hingga pertengahan April 2019, dana pinjaman yang disalurkan mencapai hampir Rp7 miliar. Dari sisi ini, Akseleran menargetkan di akhir tahun 2019 bisa meningkat hingga 3 kali lipat.
“Sementara dari sisi peminjam atau borrowers, Sumsel ini merupakan yang terbesar atau nomor 1 di Sumatra. Lebih dari Rp6 miliar pinjaman tercatat hingga pertengahan April 2019. Ini cukup mengejutkan, ternyata minat pelaku usaha di Sumsel meminjam di Akseleran cukup tinggi. Ini menunjukkan semakin banyak UKM yang produktif di Sumsel,” ujar Rimba saat bincang santai dengan wartawan di Warunk Upnormal Palembang 1, Jumat (03/05) sore.
Menurut Rimba, borrowers di Sumsel lebih banyak bergerak di sektor konstruksi, tambang, minyak dan gas. Rata-rata pinjaman pelaku usaha berkisar antara Rp500-600 juta.
“Akseleran menilai Sumsel pasar potensial. Akseleran hadir mengubah pola konsumtif ke produktif,” katanya.
Rimba menjelaskan, perbedaan antara Akseleran dengan penyelenggara fintech P2P lending lainnya adalah, lebih dari 99% pinjaman beragunan. Lalu tingkat non-performing loan (NPL) lebih rendah. Selanjutnya adalah user interface aplikasi Akseleran adalah yang terbaik.
“Installment aplikasi Akseleran melalui AppStore maupun PlayStore sudah lebih 200 ribu download dan ini yang terbanyak di industri fintech P2P lending di Indonesia,” terangnya.
Lebih lanjut Rimba menjelaskan, Akseleran bukanlah perusahaan pembiayaan. Akan tetapi Akseleran menghubungkan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Untuk peminjam, pihaknya membidik UKM middle size dengan minimal penyaluran pinjaman Rp75 juta. Sedangkan di luar Jabodetabek, minimal pinjaman sebesar Rp150 juta dan maksimal Rp2 miliar atau sesuai POJK 77 tahun 2016.
Sedangkan untuk pemberi pinjaman, lanjut Rimba, bisa dengan investasi mulai dari Rp100.000. Adapun rata-rata bunga yang bisa diperoleh pemberi pinjaman berkisar 18-21% atau 4 sampai 5 kali lipat dari bunga deposito yang berlaku di bank.
“Seperti diketahui bersama bahwa di Indonesia ini masih ada gap kredit perbankan Rp1.000 triliun per tahun. Selain itu mengajukan kredit di bank mutlak harus punya agunan berupa tanah atau bangunan. Namun Akseleran lebih fleksibel soal agunan dan tidak mengharuskan berupa tanah atau bangunan,” tuturnya.
Saat ini, kata Rimba, Akseleran memiliki 4 produk unggulan. Ada produk Invoice Financing yaitu modal kerja dengan agunan SPK, tagihan, kontrak atau pre order dengan tenor pendek berjangka 3-6 bulan. Pendanaan jenis ini mendominasi transaksi di Akseleran hingga 85%.
“Lalu ada Inventory Financing, Capex Financing dan Online Merchant Financing. Yang terakhir itu jumlah pinjaman lebih kecil berkisar Rp10-15 juta dan diperuntukkan bagi merchant online shop dimana Akseleran telah bekerjasama dengan dua online shop terbesar Indonesia yaitu Bukalapak dan Tokopedia,” terangnya.
Sementara itu, VP Sales Retail Akseleran, Eben Napitupulu menambahkan, tingkat kredit macet Akseleran hingga akhir Maret 2019 secara nasional hanya 0,3%. Angka ini merupakan persentase terendah di industri fintech P2P lending dimana angka rata-rata NPL sebesar 3,18%.
“Kami akan tetap menjaga agar NPL ini di bawah 1%,” ujar Eben.
Eben menerangkan, hingga saat ini pemberi dana pinjaman mencapai 85.000 tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sampai akhir 2019 kita target 100.000 – 120.000 pemberi dana pinjaman.
“Untuk peminjam ditargetkan terus tumbuh mencapai 2.000 peminjam di akhir tahun,” tukasnya. (ije)
Jurnalis Intip ‘Lapangan Cantik’ Sele Raya Belida yang Mampu Produksi Gas Bumi hingga 1,3 MMSCFD
MUARA ENIM, fornews.co – Sebanyak 80 awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel mendapat pemahaman langsung mengenai...
Read more

















