PALEMBANG, fornews.co – Para sopir speedboat mengaku di penghujung tahun, mengalami kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM). Padahal, momen pergantian tahun 2017 terjadi lonjakan penumpang.
Speedboat, merupakan moda transportasi yang menghubungkan kawasan perairan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI), ke Palembang. Bahkan, beberapa kawasan perairan di tiga kabupaten tersebut untuk menuju ibu kota kabupaten, harus transit Palembang.
Nasrul pemilik speedboat jurusan Jalau 29 Kabupaten Banyuasin, saat ditemui di dermaga penumpang Bekangdam II/Sriwijaya mengaku, sejak seminggu lalu penumpang terus mengalami kenaikan. Hanya saja, mereka kesulitan untuk mendapat BBM dengan harga lebih tinggi ketimbang di darat.
“Seminggu sebelum tahun baru, penumpang sepit (speddboat) semakin banyak jadi mendapatkan untung lebih. Tapi, sekarang ini untuk bahan bakarnya sulit sekali didapatkan,” ujar Nasrul, kepada foornews.co Jumat (29/12).

Terkait penumpang disebutkan Nasrul, lonjakan terjadi begitu signifikan. Di mana hari-hari biasa, penumpang tidak lebih dari 40 orang speedboat ukuran sedang. Namun, kali ini, dirinya lebih bnayak mengoperasikan speedboat ukuran besar dengan kapasitas 80 penumpang.
“Kendala kami angkutan di air ini ya BBM. Kami berharap, pemerintah juga memperhatikan angkutan air,” ucapnya.
Senada disampaikan Herman, juru mudi speedboat juruan Jalur 16-27. “Penumpang banyak tapi itulah bahan bakar sulit mencarinya,” timpalnya.
Pantauan di lapangan, aktivitas dermaga penumpang di perairan Sungai Musi, 16 Ilir, Palembang, ramai orang yang naik turun dari angkutan air (speedboat). Informasi di lapangan, kondisi ini, terjadi setiap jelang tahun baru atau perayaan keagamaan serta libur sekolah. (ima)
















