PALEMBANG, Fornews.co – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II melalui Integrated Terminal (IT) Palembang berencana untuk memasarkan secara luas produk-produk makanan sehat yang dihasilkan para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Palembang.
Sebelumnya, Pertamina telah memberikan bantuan 300 paket makanan sehat kepada balita stunting di sekitar wilayah IT Palembang dalam rangka Hari Gizi Indonesia pada Minggu, 28 Februari 2021. Paket makanan sehat tersebut merupakan produk warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Palembang, di mana produk yang dihasilkan adalah cookies bayam merah. Tidak hanya itu, bayam merah tersebut merupakan hasil sayuran hidroponik pemberdayaan Lapas Perempuan.
Unit Manager Communication, Relation and CSR MOR II Umar Ibnu Hasan menyampaikan, program pemberdayaan di Lapas Perempuan Palembang akan berkelanjutan dengan rencana program pembuatan produk makanan sehat lainnya guna mendukung penurunan angka stunting.
“Produk-produk ini juga akan dipasarkan secara lebih luas, sehingga akan berdampak pula pada peningkatan keterampilan dan pendapatan di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang,” cetus Umar dalam keterangan tertulis Pertamina, Kamis (4/3/21).
Terkait kegiatan penyaluran paket makanan sehat, dipastikannya dapat memberikan manfaat bagi balita stunting sekaligus Lapas Perempuan Kelas II A Palembang.
Dari sisi pemberdayaan perempuan di Lapas Perempuan Palembang, kegiatan ini mendukung tujuan SDGs Nomor 5 yaitu mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan, adanya kegiatan ini mendukung perempuan berperan aktif dalam kehidupan ekonomi dan masyarakat.
Sedangkan dari sisi kegiatan pemberian makanan sehat untuk balita stunting mendukung tujuan SDGs Nomor 2 yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Melalui kegiatan ini dapat menurunkan angka stunting pada balita di sekitar ring 1 IT Palembang.
“Total dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah disalurkan sebagai upaya pemberdayaan perempuan di Lapas Perempuan adalah sebesar Rp 320 juta,” sebut Umar.
Salah satu penghuni Lapas, Raihan menuturkan, dirinya merasakan manfaat dari kegiatan pembuatan makanan sehat, khususnya cookies bayam merah. “Melalui kegiatan ini, kami dapat menambah ilmu baru sehingga saat kita sudah bebas nanti bisa produksi sendiri dan mungkin bisa buka gerai sendiri,” ujarnya. (yas)
















