MUARA BELITI, fornews.co – Petugas dari Polsek Muara Kelingi masih memburu Sas, pelaku penganiayaan terhadap anggota PPS Desa Pulau Panggung, Asri Sastra (28). Pelaku yang merupakan oknum Kepala Dusun di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, kabur sejak peristiwa penganiayaan terjadi Kamis (05/11).
“Ya, sampai saat ini pelaku masih buron,” ujar Kapolsek Muara Kelingi AKP Hendrawan melalui Kanit Reskrim Ipda Eko, Senin (09/11).
Eko menerangkan, sampai saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan motif penganiayaan tersebut. Karena keterangan yang diperoleh polisi baru dari laporan korban.
“Yang jelas dari keterangan korban dan saksi di TKP, awalnya korban menunggu mobil lalu pelaku datang dan langsung memukul menggunakan benda tumpul. Setelah itu pelaku melarikan diri,” kata Eko.
Menurut Eko, pihaknya masih menyelidiki keberadaan pelaku yang kabur setelah kejadian.
“Kita masih selidiki dimana persembunyian pelaku. Kalau sudah tahu pasti dimana pelaku sembunyi, tentu akan kita amankan. Keluarga pelaku juga sudah kita imbau untuk menyerahkan pelaku,” tutur Eko.
Peristiwa penganiayaan ini menimpa Asri Sastra (28), anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura. Bapak satu anak ini dianiaya oknum Kepala Dusun (Kadus) di Desa Pulau Panggung berinisial Sas. Akibat penganiayaan menggunakan besi panjang itu, korban mengalami luka robek di kening kiri, serta luka lebam di punggungnya.
Kejadian bermula Kamis 5 November 2020, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban saat itu berada di jalanan depan rumahnya sedang ngobrol dengan Man, seorang sopir Angdes. Korban saat itu hendaka berangkat menuju Kantor KPU Mura guna menyerahkan dokumen Pilkada dari PPS Desa Pulau Panggung.
Saat sedang ngobrol itulah, pelaku diam-diam datang dari belakang korban dan langsung memukul punggung korban hingga memar. Ketika korban berbalik, pelaku kembali memukul kening korban dengan besi panjang yang dibawanya, hingga kening korban luka robek. Setelah melihat korban tak berdaya, pelaku kabur dari lokasi kejadian. Korban yang terluka pun langsung dilarikan warga sekitar ke Puskesmas Muara Kelingi untuk mendapat perawatan. Sedangkan isteri korban Iis Melva langsung melaporkan kasusnya ke Mapolsek Muara Kelingi.
Korban Asri yang ditemui wartawan di Puskesmas mengatakan, antara dirinya dan pelaku tidak ada masalah pribadi. Makanya, dirinya heran kenapa pelaku sampai tega menganiaya dirinya dengan besi. Hanya saja, sambung Asri, sebelum kejadian ini pelaku itu sempat menemui dirinya untuk minta dijadikan Ketua KPPS di kampung dimana dirinya sebagai Kadus.
‘’Tapi, karena KPPS sudah terbentuk dan sudah ditetapkan, maka saya tak bisa membantu pelaku,” terang Asri.
Asri sendiri tidak mengerti apa maksud pelaku memaksakan diri menjadi Ketua KPPS di kampungnya tersebut.
“Kalau masalah dia mau jadi Ketua KPPS itu kita tidak tahu maksudnya,” tutur Asri. (ije)
















