JAKARTA, fornews.co-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, negara yang akan menjadi pemenang bukan hanya negara yang berhasil cepat mengatasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Namun, negara yang cepat melakukan pemulihan, juga cepat melakukan recovery.
“Situasi pandemi seperti saat ini, memberikan kesempatan untuk melihat lagi apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu di-reform, dan apa yang segera harus dipulihkan,” ujar Jokowi, dalam Musyarawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2020 melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (30/4).
Jokowi mengungkapkan, dalam soal reform di masa pandemi ini harus melihat seberapa kuat ketahanan sosial, seberapa kuat ketahanan ekonomi, dan seberapa kuat ketahanan pangan, seta seberapa besar ketergantungan pada negara lain.
”Kita bisa melihat dan menghitung lagi berbagai potensi di dalam negeri yang kita miliki yang belum terkelola dengan maksimal, yang belum kita bangun dan kita manfaatkan secara baik. Contoh, apa yang terjadi di sektor kesehatan, industri farmasi, bahan baku obat kita saat ini masih impor, 95 persen masih impor,” ungkap dia.
Musrenbangnas ini kata Jokowi, adalah siklus tahunan untuk merencanakan pembangunan tahun depan atau tahun 2021, sehingga Musrenbangnas harus betul-betul adaptif, dengan perkembangan situasi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini karena yang dikerjakan sekarang akan memberi fondasi bagi tahun yang akan datang.
”Tahun ini kita sudah melakukan penyesuaian-penyesuaian target pembangunan. Kita lakukan realokasi dan refocusing belanja secara besar-besaran. Kita geser prioritas pada tiga hal: bidang kesehatan, jaring pengaman sosial bagi warga miskin, serta stimulus ekonomi agar pelaku usaha bisa bertahan dan mencegah terjadinya PHK,” kata Jokowi.
Pemerintah sendiri, jelas dia, butuh kecepatan untuk memberikan keselamatan seluruh rakyat Indonesia meski belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir. Terlebih, setiap ahli memiliki hitungan-hitungan yang berbeda mengenai pandemi COVID-19.
“Beberapa negara maju yang awalnya menyatakan sudah recover, sudah pulih, justru mengalami gelombang yang kedua. Kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario. Mulai skenario yang paling ringan, skenario sedang, dan skenario yang paling berat,” jelas Jokowi.
Presiden meyakini, Indonesia akan bisa melalui situasi yang berat ini. Dengan berbagai skenario itu, pemerintah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, baik mitigasi dampak kesehatan maupun mitigasi dampak ekonomi, dan sekaligus juga menyiapkan langkah-langkah recovery, langkah-langkah pemulihan jika penyebaran Covid-19 ini sudah bisa kita kendalikan.
”Saya optimis tahun 2021 adalah tahun recovery, tahun pemulihan, dan tahun rebound. Untuk itu, selain kecepatan dalam mengatasi COVID-19, kita juga perlu kecepatan untuk pulih, kecepatan untuk recovery,” tandas dia.(aha)
















