JAKARTA, fornews.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada segenap jajaran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk mengubah orientasinya. bukan orientasi prosedur, tapi orientasi hasil.
“Sekarang ini orientasinya harus hasil, prosedur mengikuti. Karena prosedur memang sudah kewajiban kita,” tegasnya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KORPRI, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/02) siang, sebagaimana dilansir setkab.go.id.
Untuk itu, Presiden mengingatkan, kalau mendesain sebuah APBN/APBD agar sesimpel mungkin, sesederhana mungkin, enggak usah banyak-banyak program.
“Program itu sedikit, fokus, konsentrasi, sasarannya jelas, tepat, gampang mengontrolnya, gampang mengeceknya, hasilnya dirasakan oleh rakyat. Goal-nya masih ke sana. Semua harus memulai ini,” tutur Jokowi.
Menurutnya, sekarang ini sering sekali harus setiap seksi ada kegiatan, setiap bagian ada kegiatan. Presiden menilai, hal itu tidak seperti. Presiden mencontohkan, misalnya ada 15 seksi, enggak apa-apa yang diberi 5 dulu.
“Mungkin tahun depan gantian yang lima lagi, tapi ada konsentrasi betul ke mana arah kita, ke mana tujuan kita, di mana skala prioritas kita. Arah-arah seperti itu harus kita ubah, kita harus berubah, kita harus berubah,” tegasnya.
Presiden Jokowi juga menekankan soal Dana Desa, yang menurutnya merupkan uang gede. “Sampai 2018 kemarin telah kita gelontorkan Rp187 triliun ke desa-desa, ke 74.900 desa yang ada. Sampai akhir 2019 ini berarti totalnya akan Rp257 triliun,” bebernya.
Untuk itu, Kepala Negara meminta agar sistem pengawasan, sistem monitoring, betul-betul harus dijaga agar Dana Desa ini menetas betul, menjadi barang, bermanfaat.
“Entah itu yang namanya jalan desa, posyandu, PAUD, pasar desa, jembatan, irigasi yang ada di desa, embung, air bersih yang ada di desa. Semuanya ini harus betul-betul dimonitor/diawasi oleh kita semuanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga meminta kepada jajaran KORPRI dari pusat hingga daerah untuk turut berperan mengentas stunting. Di tahun ini dirinya opimis stunting dapat ditekan hingga 20%.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih karena angka stunting kita sudah turun dari 37% menjadi 30%. Turunnya juga drastis, tapi saya minta harus anjlok lagi sampai ke bawah 20%,” katanta.
Hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Sekrearis Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, dan Ketua KORPRI Zudan Arif Fakhrulloh. (ibr/*)

















