KAYUAGUNG, fornews.co – Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), mengklaim program satu desa satu koperasi telah tuntas, namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. Hal ini menyusul didapatinya beberapa koperasi yang sulit berkembang bahkan tidak berjalan.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten OKI, Azhar SE mengungkapkan, jumlah koperasi di OKI yang belum maksimal memang tidak terlalu banyak, akan tetapi hal inilah yang akan menjadi perhatian mereka.
“Memang masih ada, tapi tidak sampai 25% dari 300 total koperasi di OKI. Yang jalan di tempat ini yang akan kita bina dan diberikan perhatian lebih sehingga bagaimana agar ini bisa berjalan, bergerak,” kata Azhar, Rabu (27/03).
Menurutnya, koperasi yang ada sudah cukup baik untuk sekarang, tapi memang perlu ditingkatkan lagi agar bisa berjalan sebagaimana mestinya. “Target 100% sudah, tapi ada yang sudah berjalan, tidak jalan dan ada yang jalan ditempat, kami sudah membagi tugas untuk menggerakkan ini,” sambungnya. 330
Ditanya kendala yang menyebabkan koperasi tidak berjalan, Azhar menjelaskan hal ini karena ada trauma pada pengurus-pengurus koperasi lama yang tidak ada perkembangan.
“Ini kita berikan pengertian kepada mereka (pengurus koperasi) bagaimana koperasi ini dapat menunjang perekonomian. Selain itu kita berikan juga contoh terhadap koperasi yang berhasil, karena di OKI ini juga banyak koperasi yang sudah maju bahkan sudah mengikuti even di tingkat nasional,” jelasnya.
Masih kata Azhar, kendala lain yang juga menjadi penghambat koperasi ini untuk maju adalah koperasi ini minim kegiatan atau hampir tidak ada yang bisa dikelola seperti pertanian ataupun perkebunan, sedangkan untuk melakukan simpan pinjam koperasi ini tidak bisa.
“Dan kepada mereka yang tidak berjalan ini kita arahkan mereka untuk membuat UKM yang dikelola oleh koperasi. Ini kita bina bagaimana dia mengelola hingga memasarkan,” ujarnya.
Sementara untuk kepengurusan yang dilihat sudah tidak memadai sehingga menyebabkan roda koperasi tidak berjalan, menurutnya akan ditata ulang.
“Kalau secara teknis tidak memadai itu kita lihat dan Alhamdulillah ada yang sebelumnya tidak berjalan, kini sudah mulai berjalan,” tandasnya. (rif)
















