SEKAYU, fornews.co – Di balik musim kemarau dan keringnya sejumlah sungai. Ada keberkahan tersendiri bagi masyarakat di Sekayu, Muba. Mencari remis, misalnya.
Remis sendiri merupakan sekelompok kerang-kerang kecil yang hidup di dasar sungai. Ia mempunyai cangkang yang kuat dan simetris, bentuk cangkang agak bundar atau memanjang. Permukaan periostrakum agak licin, bagian dalam bewarna putih dan bagian luar bewarna abu-abu kecoklatan. Hidup membenamkan diri dalam substrat. Lebar cangkang dapat mencapai 4- 5 cm.
Saat Sungai Musi surut dan bagian dasarnya bisa dijajaki, maka remis pun dapat dengan mudah ditemukan.
“Hal ini menjadi berkah tersendiri sehingga warga pun beramai-ramai mencarinya,” kata Herryandi Sinulingga, Kepala Dinas Kominfo Muba.
Sementara itu, Herman, salah satu warga Sekayu mengatakan, sudah beberapa hari ini dirinya bersama rombongan mencari remis di dasar sungai di seberang Kelurahan Kayuara.
“Kami turun dari jam 10 pagi hingga jam 12 siang dan masing-masing orang memperoleh satu karung remis dalam waktu dua jam pencarian. Remis ini untuk kami konsumsi bersama, para tetangga kami bersama bergotong-royong untuk mengolah remis dan memasaknya,” tutur Herman.
Kurnia, seoarang ibu rumah tangga yang piawai mengelola remis ini mengatakan, untuk mengolah remis menjadi makanan yang enak disantap, ada beberapa cara yang harus dilakukan. Pertama, remis direndam dulu dalam air panas agar kelopaknya mudah terbuka, lalu pisahkan daging remisnya. Selanjutnya, rebus dan tambahkan air perasan jeruk nipis agar aromanya menjadi sedap, setelah itu remis pun siap diolah dan dimasak.
“Kami warga Kayuara dan Sekayu biasanya memasak remis menjadi sate remis atau pun sambal remis yang dimakan dengan cara liwetan beramai-ramai bersama warga lainnya,” ujarnya.
Apabila dimanfaatkan dengan serius, imbuhnya, maka remis yang mempunyai kandungan protein tinggi ini dapat menjadi inovasi olahan pangan lokal yang bernilai komersial.(bas)
















