JAKARTA, fornews.co– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, dana R&D (Research and Development) atau riset dan pengembangan saat ini sudah mencapai Rp26 triliun.
Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi guna merespon cuitan twitter dari Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Achmad Zaky, @achmadzaky pada 13 Februari 2019 pukul 22.25WIB, yang menulis “Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD): 1. US 511B; 2. China 451B; 3. Jepang 165B; 4. Jerman 118B; 5. Korea 91B; 11. Taiwan 33B; 14. Australia 23B; 24. Malaysia 10B; 25. Spore 10B; 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin.”
Cuitan yang kini sudah dihapus tersebut ditanggapi sejumlah warganet dengan menyimpulkan bahwa Zaky ‘menyerang’ Joko Widodo. Diksi ‘presiden baru’ diartikan sebagai dukungan terhadap lawan Jokowi di Pilpres 2019: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Menurut Jokowi, bahwa pemerintah baru menyiapkan sebuah kelembagaan besar agar arahnya itu jelas, tembakannya itu tepat. “Sehingga inovasi-inovasi negara ini bisa muncul, muncul, muncul, muncul. Sekarang ini tersebar di kementerian, tersebar di lembaga-lembaga, sehingga fokusnya kemana itu yang ingin kita benahi. Dana yang tersedia sudah besar dan ke depan akan ditambah lagi,” ujarnya, usai menerima CEO Bukalapak, Achmad Zaky, di Istana Merdeka, Sabtu (16/02) siang, seperti dikutip dari setkab.go.id.
Mengenai cara membesarkan dana riset, orang nomor satu di tanah air ini mengaku, masih dalam proses pembicaraan untuk memberikan super deduction tax, baik dalam rangka pengembangan SDM maupun inovasi-inovasi.
“Tapi, terakhir perlu saya sampaikan, bahwa kita harus mendorong dan mendukung baik itu yang namanya Gojek, yang namanya Traveloka, Tokopedia, Bukalapak untuk memajukan ekonomi kita, semuanya harus kita dorong, dan startup-startup lainnya,” ungkapnya.
Mengenai permintaan maaf dari CEO Bukalapak, Achmad Zaky, Presiden juga telah memaafkan dan menegaskan kembali untuk dewasa dan matang dalam bersikap. “Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa, tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky. Sudah tiap hari ketemu kok,” terangnya.
Jokowi mengungkapkan, bahwa semua harus mendorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas. Kemudian mendorong UMKM dari offline agar masuk ke marketplace, ke online system. Presiden juga mengimbau, agar semua pihak harus juga mendorong unicorn-unicorn Indonesia agar memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain.
“Semua pihak harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apapun. Oleh sebab itu, saya mengajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak. Setop! Karena kita harus dorong, harus dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki kreativitas untuk maju,” tandasnya. (tul)

















