GAZA, fornews.co — Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Ziyad al-Nakhalah, menyatakan kesediaan kubu pejuang Palestina untuk bernegosiasi asalkan sejumlah persyaratan dipenuhi, khususnya klausul pertukaran tawanan.
Pernyataan itu disampaikan Al-Nakhalah pada peringatan dua tahun operasi yang dikenal sebagai Badai Al-Aqsa, Rabu, 8 Oktober 2025.
Kendati membuka ruang negosiasi, Al-Nakhalah menegaskan penolakan terhadap tuntutan untuk menyerah dari pihak lawan dan menekankan perjuangan rakyat Palestina yang menurutnya tak akan mundur.
Ia mengatakan klausul pertukaran tawanan dapat tercapai dalam beberapa hari dan menilai itu dapat mengurangi justifikasi agresi lawan.
Di lapangan, pasukan Israel melanjutkan pemboman intensif di sejumlah wilayah Jalur Gaza pada hari yang sama, menewaskan dan melukai puluhan warga, menurut laporan media regional.
Kondisi kekerasan tersebut menambah catatan panjang korban sipil dan kerusakan infrastruktur di kawasan.
















