PALEMBANG, fornews.co – Upaya manajemen Sriwijaya FC menyelesaikan tunggakan utang gaji pemain musim 2018 ternyata belum sepenuhnya tuntas. Setidaknya masih ada utang senilai Rp60 juta yang masih harus dilunasi Sriwijaya FC.
Hal itu terungkap pada sidang perdana gugatan perdata terhadap di PN Palembang, Rabu (12/06). Menurut salah seorang pengacara dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Jensen Silitonga, memang sebelum masuk ke persidangan ini, sudah ada pembayaran sisa gaji pemain Sriwijaya FC musim 2018. Namun dari 28 pemain masih ada tiga yang nilainya belum cocok.
“Untuk Marcho Sandy Meraudje, Sandy Firmansyah dan Mohammadou Al Hadji masih terdapat kekurangan. Total untuk ketiga pemain tersebut mencapai sekitar Rp60 juta,” katanya.
Sesuai komitmen seluruh pemain, kata Jensen, jika ada satu pemain yang belum dipenuhi haknya, maka kasus ini akan terus dilanjutkan.
“Tapi kita berharap agar ini cepat selesai. Apalagi Sriwijaya FC merupakan salah satu tim besar di liga Indonesia,” ujar Jensen.
Menurut Jensen, sidang selanjutnya dijadwalkan 10 Juli 2019. Dalam petitum atau isi gugatan, jika persoalan ini belum selesai maka Sriwijaya FC jangan dilibatkan di kompetisi Liga 2. Padahal, Sriwijaya FC akan memulai kompetisi di Liga 2 dengan menjamu Perserang Serang, 23 Juni 2019.
“Kita berharap agar ini bisa selesai sebelum tanggal 23 Juni dan seandainya ini terwujud maka kita akan memberitahukan majelis hakim sudah ada perdamaian dan mencabut gugatan. Tentunya (pencabutan gugatan) agar Sriwijaya FC bisa berkompetisi di Liga 2,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisyal Mursyid yang mewakili manajemen di persidangan menyampaikan, sidang ditunda karena dari empat pihak tergugat masing-masing PT Sriwijaya Optimis Mandiri, PT Liga Indonesia Baru, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), hanya perwakilan PT SOM yang hadir.
Di sisi lain, kata Faisal, pihaknya sudah menyampaikan ke majelis hakim bahwa sudah ada upaya perdamaian yang dilakukan antara penggugat dan tergugat satu.
“Upaya perdamaian itu ditandai dengan sudah adanya pembayaran dari SFC terhadap para mantan pemainnya. Sisa pemain yang belum terbayar dikarenakan masalah administrasi saja. Terjadi selisih, karena kita bayar setengah gaji tapi mereka minta satu bulan penuh,” terangnya.
Diterangkan Faisal, setiap rupiah uang yang dibayarkan ini harus diverifikasi dulu ke bagian keuangan. Kalau ada masalah perbedaan angka penghitungan verifikasi, itu yang akan diselesaikan. Mudah-mudahan selisih angka ini bisa kelar dalam satu atau dua hari kedepan.
“Sudah dibayar semua, hanya ada dua orang yang tersisa (kekurangan). Tapi sudah dibayar, hanya ada sisa selisih penghitungan. Ya masalahnya itu tadi, karena ada perbedaan angka penghitungan verifikasi. Tapi itu akan secepatnya kita selesaikan,” tukasnya. (ije)
















