MUBA, fornews.co—Untuk memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat Muba, telah hadir aplikasi Sirene Muba yang dapat diakses melalui android.
Aplikasi berbasis android itu resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sebagai wujud pelayanan publik berkelanjutan.
“Aplikasi Sirene Muba adalah layanan ambulans gratis dan kegawatdaruratan medik pra rumah sakit 24 jam berbasis aplikasi android,” jelas Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin.
Aplikasi berbasis android yang diinisiasi Kepala Daerah inspiratif itu telah berhasil menjadi Top Five pada kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2021.
Bupati Muba menyampaikan peluncuran aplikasi Sirene Muba telah sesuai arah pembangunan.
Arah pembangunan yang disebut Bupati Muba, yakni peningkatan sumber daya manusia, peningkatan mutu layanan dan bukti komitmen Pemkab Muba yang selalu hadir di tengah warganya.
Aplikasi gratis yang melayani masyarakat Muba dalam waktu 24 jam itu mendapat penghargaan dari Menteri PAN RB Tjahyo Kumolo.
Melalui aplikasi Sirene Muba, Pemkab Muba melayani panggilan darurat medis, bahkan menyediakan bus rujukan pasien rawat jalan.
Dalam aplikasi Sirene Muba terdapat tombol gawat darurat yang akan direspon cepat oleh petugas dan mengirimkan bantuan medis yang dibutuhkan.
Dalam kompetisi inovasi pelayanan publik di lingkungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD tahun 2021, aplikasi Sirene Muba mengalahkan ratusan peserta lain di Indonesia.

Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa inovasi adalah kunci transformasi terutama di lingkungan birokrasi.
Terkait hal tersebut, maka inovasi adalah energi untuk menciptakan sebuah perubahan.
Inovasi juga menjadi modal untuk memenangkan persaingan terlebih lagi pada kondisi saat ini.
“Saat ini inovasi menjadi sangat penting karena semua orang ingin menjadi yang terunggul di berbagai bidang,” katanya.
Dijelaskan, penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan pemerintah sebenarnya telah mengalami berbagai peningkatan.
Namun, imbuhnya, belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Oleh karena itu dalam rangka mencapai visi reformasi birokrasi diperlukan percepatan dan upaya luar biasa menciptakan perubahan kepada tradisi pola dan cara baru untuk menciptakan perubahan tersebut.”
Agar birokrasi pelayanan publik dapat terus berinovasi, sejak tahun 2014 melalui Deputi Bidang Pelayanan Publik, pihaknya mendorong melakukan inovasi-inovasi kecil.
Menurutnya, KIPP bertujuan untuk membiasakan budaya di kalangan birokrasi, menjaring inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh instansi pemerintah.
KIPP juga memberikan apresiasi bagi penyelenggara, memberikan pelayanan dan memotivasi penyelenggara pelayanan publik untuk meningkatkan inovasi dan profesionalisme dalam pemberian sekala publik.
Pihaknya berterima kasih sekaligus meminta kepada bidang layanan publik agar penilaian dilakukan secara obyektif dan akuntabel.
“Oleh karena itu tidak ada pihak manapun yang bisa mempengaruhi tim penilai yang terdiri dari tim evaluasi atau tim independen,” katanya.
Pihaknya memberikan saran dibangun studi banding agar percepatan membangun pelayanan publik yang berstandar dapat diwujudkan.

Ketua Tim Evaluasi KIPP 2021, Wyasa Putra, yang juga Wakil Rektor Universitas Udayana mengatakan bahwa nilai sebuah inovasi terletak pada capaian yang dihasilkan.
Manfaat perubahan-perubahan yang dihasilkan menjadi lebih baik dan perbaikan nyata yang mampu dihasilkan dalam kehidupan masyarakat.
“Bagaimana dia menjawab, memecahkan masalah dengan cara lebih cepat dan lebih nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk di dalamnya hal pelayanan publik,” katanya.
Menurut Wyasa Putra, bagian paling penting dari inovasi adalah keberlanjutannya, komitmen memelihara, meningkatkan kualitas serta meningkatkan manfaat-manfaatnya.
“Alhamdulillaah, Muba jadi satu-satunya di Sumsel yang lolos ke final hingga jadi Top 5 Nasional,” ungkap Kadinkes Muba, Azmi Dariusmansyah.
Untuk dapat mencapai posisi teratas tentu saja harus melampaui sejumlah inovasi lainnya. Ini bukan tanpa beban.
Top S Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2021.
“Secara umum seleksi dilakukan guna menentukan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP 2021 yang terdiri dari Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021,” jelas Kadinkes Muba, Azmi Dariusmansyah.
Penilaian terhadap inovasi dalam aplikasi itu telah melewati tahap presentasi dan wawancara secara daring pada 28 Juni – 16 Juli 2021.
Wawancara itu dilakukan langsung oleh Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin.
Selanjutnya, pada 22-23 Juli 2021, adalah tahap verifikasi dan Observasi Lapangan yang juga dilakukan secara virtual.
Tahap-tahap tersebut ditutup dengan rapat pleno pada 27 Juli 2021.
“Nah penilaian akhir ini dibuat dengan mempertimbangkan hasil seluruh tahapan,”katanya.
TPI KIPP 2021 kemudian menentukan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP 2021.
Penentuan dilakukan secara urut sesuai abjad perklasterinstansi dengan Keputusan Menteri PANRB Nomor 1024 Tahun 2021,” urai Kadinkes Muba. (adam)

















