
Umumnya fungsi sungai bagi masyarakat pedesaan berfungsi untuk mengairi area perwasahan serta untuk melakukan aktivitas mencuci, mandi dan lainnya. Namun, dibalik itu, sungai juga memberikan tantangan tersendiri bagi mereka penyuka arung jeram (rafting).
Sungai Saka, berlokasi di Desa Negersinding, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Ogan Komering Ulu (OKU), merupakan anak sungai yang bermuara ke Sungai Ogan. Kawasan ini, merupakan arena arung jeram (rafting) yang baru dibentuk atas kerjasama Federasi Arung Jeram Indonsia (FAJI) Cabang OKU, bersama Pemerintah Desa Negersinding, berjarak kurang lebih 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor dari pusat Kota Kabupaten.
Mari lupakan sejenak akan nikmatnya makan di restoran mewah dan berbelanja di mall. Gemuruh riak Sungai Saka, serta merdunya kicauan burung liar dan serangga seakan menjadi peyambut wisatawan yang datang guna menjajal arus sungai Lengkayap, dan bermuara di Sungai Ogan tersebut. Pesona alam yang masih asri, membuai pengunjung untuk membuat penat pekerjaan sehingga kembali fresh.
Kawasan ini dibuka untuk umum oleh Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis sebagai destinasi wisata alam. Terutama bagi masyarakat penyuka olahraga yang memacu adrenline menghadapi medan berbatu dan arus kencang. Bahkan, arena arung jeram (rafting) ini direkomendasikn oleh FAJI, bagi pemula. Tentunya ada pendampingan dari pihak pengelola.
Kejelian Kepala Desa Negeri Sindang, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, OKU, Dewi Aprilia, membuat terobosan melalui Dana Desa (DD) tahun 2016 dengan memaksimalkan potensi alamnya menjadikan kawasan tersebut sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini tentunya, bukan hanya meningkatkan pendapatan desa, namun berimbas pula pada warga sekitar yang diberdayakan untuk mengelolanya.
Bagi Dewi dan khusunya warga Desa Negeri Sindang, Sungai Saka, aset yang menjadi gerbang masuknya wisatawan ke daerah tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat berimbas kepada ekonomi masyarakat. Melalui Dana Desa, perlahan kawasan tersebut dimodifikasi dengan membangun sarana dan prasarana arung jeram sehingga membuat nyaman bagi pengunjung yang ingin menjajal kokohnya berbatuan dan derasnya arus Sungai Saka.
“Tahun ini (2016) kami sudah mengalokasikan empat buah perahu karet dengan menggunakan Dana Desa, sekaligus membuat dermaga untuk start,” ujar Dewi Aprilia, yang dijumpai di kawasan arung jeram Sungai Saka, belum lama ini. Menurut dia, tidak ada alasan lagi soal sumber dana, karena sekarang sudah ada Dana Desa, yang harus tepat dalam mengalokasikannya.

Arena Latihan Atlet Rafting
Bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, Sungai Saka, juga menjadi lokasi penting untuk meningkatkan kemampuan bagi atlet arung jeram yang dimiliki Bumi Sebimbing Sekundang. Sebagai cabang olahraga baru yang diikutkan dalam pesta olahraga, OKU, ternyata salah satu pencetak atlet rafting tingkat nasional. Yakni Fiqi M Akbar, Musliyanto, Siti Sumarni, Ria Setianingsih, dengan pelatih Yaka Mora, serta Aslin Amardan.
Menurut Ketua FAJI Cabang OKU, Iwan Setiawan, organisasi yang baru berdiri secara nasional pada 2015, dan terbentuk di OKU 2016. Berbeda dengan cabang olahraga lainnya, rafting memang membutuhkan lokasi khusus yang sudah didesign secara alami. Hal ini tidak semua daerah memilikinya, umumnya ada di daerah pegunungan atau dataran tinggi.
Berdasarkan data FAJI Cabang OKU, daerah ini memiliki dua lokasi yang bagus dan menantang untuk arung jeram. Yakni, Sungai Saka Negeri Sindang, rute mencapai 15 kilo meter (km) dan daerah hulu Sungai Ogan tepatnya di Desa Mendingin, Kecamatan, Ulu Ogan, rute arung jeram sepanjang 11 km. Kendati demikian Mendingin, memiliki khas tersendiri untuk di jadikan wahana arung jeram, airnya deras, dan jeram membentang sepanjang arus sungai.
“Di sini, kami (FAJI Cabang OKU) mengajak semua pihak untuk mengembangkan potensi wisata arung jeram ini. Potensinya sangat bagus, tinggal kita kembangkan lagi, karena dua sungai yang ada di OKU, ini memiliki nilai jual, dan bisa di manfaatkan mulai dari bulan Oktober sampai bulan Maret, selama enam bulan tersebut keadaan air sungainya stabil,” jelas Iwan.
Khusus rafting di Sungai Ogan, peserta yang boleh ikut mulai usia 7-65 tahun. Dalam satu boat karet berisi empat hingga enam orang peserta di tambah satu orang pemandu. Di sepanjang lintasan, terdapat turunan tajam yang jeram, kemudian menjumpai air terju serta ukiran patung dari batu cadas. Di sini bagi yang berminat untuk merasakan tantangan arung jeram bersama keluarga, tidak perlu khawatir. FAJI OKU, siap memandu dengan menghubungi Sekretariat FAJI OKU, atau Gempa Sabatra di Gedung Olah Raga (GOR), Jalan Lintas Sumatera Baturaja. (ibrahim arsyad)
















