PALEMBANG, fornews.co – Pada laga Sriwijaya FC kontra Persib Bandung, Minggu (1/4) malam, ada sesuatu yang tak biasa di kubu Laskar Wong Kito. Selama 90 menit pertandingan tak ada pergantian pemain yang dilakukan.
Padahal sepanjang laga pemain terus bergerak dan melakukan strategi pressing yang diinstruksikan Rahmad Darmawan di pinggir lapangan. “Ini pertama kali saya tidak melakukan pergantian pemain. Alasannya simpel saja, karena saya khawatir pergantian pemain justru merubah ritme permainan. Karena sejak tertinggal di babak pertama, baru di babak kedua pemain mendapatkan ritme permainan. Kemudian saya juga lihat pemain tidak lelah,” kata RD.
Menurut RD, ketinggalan satu gol di menit 28 melalui Ezechiel N’Douassel membuat pemain terpacu segera menyamakan kedudukan. Sehingga sangat berisiko bagi dirinya melakukan pergantian di saat pemain gencar lakukan pressing.
“Kalau asal mengganti pemain tanpa alasan, untuk apa. Mengganti pemain itu kalau stamina yang menurun atau dia bermain di luar ekspektasi. Di laga lawan Persib, semua pemain sedang pressing. Kalau saya ganti, terus pemain yang masuk ini belum panas dan masih menunggu, malah rugi,” tutur RD.
Meski demikian RD menegaskan, keputusan tidak melakukan pergantian pemain murni karena strategi bukan karena faktor suka atau tidak suka. Hal itu untuk menepis penilaian kalau RD hanya lebih mementingkan dan percaya kepada beberapa pemain saja. “Semua pemain saya bisa main,” tegas RD. (ije)
















