
PENDOPO, fornews.co-Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony menyatakan, pihaknya segera membentuk tim terpadu intelijen penanganan konflik sosial di masyarakat.
Karena, hadirnya perusahaan-perusahaan Migas dan perkebunan di PALI, kerap kala menimbulkan friksi sosial di masyarakat, baik masalah ketenaga kerjaan maupun masalah angkutan dari perusahaan-perusahaan itu. “Makanya dibentuk tim terpadu intelijen penanganan konflik sosial di masyarakat, untuk mendeteksi secara dini adanya konflik sosial,” ujarnya, Rabu (14/06).
Ferdian menerangkna, nantinya tim terpadu itu akan merumuskan bagaimana mengatasi persolan konflik-konflik yang muncul, sehingga kedepan bisa diminimalisir. Karena, di PALI konflik yang sering terjadi yakni konflik antara perusahaan dan masyarakat.
“Misalkan masalah angkutan batubara, lalu masalah alat berat yang masuk desa. Kemudian masalah ketenagakerjaan dan keterlibatan tenaga kerja lokal. Jadi kedepan dalam menangani semua masalah itu butuh sinergisitas antara berbagai pigak,” terangnya.
Khusus untuk masalah angkutan batubara, politisi PDI Perjuangan ini meneruskan, sejauh ini cukup menimbulkan keresahan-keresahan di masyarakat sehingga menimbulkan konflik sosial. “Padahal masalah angkutan batubara ini merupakan wilayah provinsi. Tapi, kita sebagai kabupaten harus bisa meninimalisir konflik-konflik sosial itu jangan sampai membesar,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PALI A Rivai DH mengatakan, tim terpadu intelejen masalah konflik itu akan merumuskan bagaimana menangani masalah konflik sosial yang terjadi di masyarakat. “Itu untuk sinergositas sistem pelaporan konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Jadi dalam pelaporannya, setiap tahunnya ada empat kali pelaporan,” terangnya. (son)
















