YOGYAKARTA, fornews.co‒Kawasan kaki lima Senopati merupakan pusat pigura, poster dan batu akik tertua di Yogyakarta.
Kawasan ini dahulu pernah diteduhi pohon-pohon asem berumur tua.
Setelah pohon-pohon asem bertumbangan karena lapuk, pedagang kaki lima di Senopati sepakat menanam pohon jenis Angsana sebagai penggantinya.
Satu pedagang menanam satu pohon jenis Ambonia sebagai peneduh pengganti pohon asem.
“Saya menanam pohon ini sejak dua puluh lima tahun lalu,” ujar Susanto, Ahad.
Pedagang kaki lima di kawasan Jalan Senopati itu juga mengaku kehilangan suasana Jogja yang adem.
“Sekarang kita sulit menemui ruas-ruas jalan yang kanan kirinya terdapat pohon-pohon rindang,” katanya.
Kepada fornews.co bahkan Susanto mengungkapkan adanya pohon-pohon rindang di sepanjang Jalan Bantul yang tidak serindang dahulu karena ditebang.
Gunadi (39 tahun) warga Tamansari, pelanggan Susanto, mengetahui persis jenis pohon yang ditanam para pedagang di kawasan Senopati.
“Ini jenis kayu mahal,” katanya.
Ia mengaku pernah terlibat dalam kegiatan peduli alam bersama salah satu kelompok pegiat lingkungan.
Namun sebagai warga Jogja, Gunadi prihatin jika pohon-pohon tidak lagi menjadi perindang kota.
“Harusnya ada gerakan mengembalikan pohon-pohon yang dijadikan nama jalan,” katanya.
“Misalnya Pasar Ngasem, karena dahulu terdapat banyak pohon asem,” Gunadi mencontohkan.
Ia juga menyebut Jalan Sawo, Jalan Gayam, dan beberapa jalan yang tidak lagi terdapat pohon yang menjadi nama jalan protokol di Kota Yogyakarta. (adam)
Ikuti FORNEWS.co di:
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















