YOGYAKARTA, fornews.co—
Meski Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berencana menerapkan new normal atau kenormalan baru secara bertahap, namun warga mulai mendatangi tempat kuliner dan pusat keramaian di Yogyakarta Rabu (3/5/2020).
Amroni, warga Serangan, tidak menyangka hampir semua ruas jalan di Yogyakarta mulai dipadati kendaraan.
“Hampir semua kendaraan mulai ramai di jalan,” ujarnya.
Meski dirimya masih melihat sejumlah perkantoran dan bank menerapkan protokol kesehatan, namun tidak bisa berkomentar banyak terhadap warga yang berada di luar rumah.
“Saya keluar rumah karena harus menyelesaikan pekerjaan,” ucapnya.
Karyawan di salah satu sekolah swasta tersebut tidak menyalahkan warga yang mulai mendatangi tempat kuliner.
Hampir semua tempat kuliner di Yogyakarta buka hingga malam hari karena belum ada larangan berjualan.
Jono (55) penjual bakmi godog di Kotagede, tidak terpengaruh terhadap uji coba new normal.
Ia masih melayani pelanggannya hingga malam pukul 12.00 WIB.
Buka warung dari sore hingga malam bisa menghabiskan 50-100 porsi.
“Banyak mas. Mereka yang datang ke sini malah datang dari jauh,” katanya.
Kata Jono, warga Yogyakarta memang dari dulu punya kebiasaan jalan malam hari mencari tempat makan atau tempat wedangan.
Di warung Bakmi Jawa pak Jono, panggilan akrabnya, bahkan kerap didatangi artis dan aktris film layar lebar.
Sementara, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan uji coba new normal baru akan dilakukan terhadap beberapa bidang kegiatan masyarakat.
“Sementara uji coba baru akan dilakukan terbatas pada beberapa aktivitas masyarakat,” paparnya, Rabu.
Dijelaskan, dengan uji coba pihaknya dapat memperoleh gambaran terhadap protokol yang diterapkan apakah ada kelemahan atau tidak.
Dari pengamatan sejumlah narasumber, tempat wisata dan kuliner di Yogyakarta diprediksi bakal mengalami lonjakan pengunjung pada akhir Juni 2020. (adam)

















