BARCELONA, fornews.co-Mega bintang sepakbola dunia, Lionel Messi mulai berani berbicara tentang perselisihannya di Barcelona pada beberapa bulan terakhir. Salah satunya, mengecam keputusan klub yang luar biasa dengan menjual Luis Suarez ke Atletico madrid.
dilansir dari dailymail.co.uk, pada sesi wawancara dengan La Sexta selama satu jam, pemain Argentina tersebut bahkan membuka kisahnya yang ingin hengkang dari Nou Camp pada musim panas ini.
Legenda hidup Barcelona yang kontraknya habis pada musim panas itu, telah diizinkan untuk berbicara dengan klub lain mulai Januari 2021. Selain Messi mengungkapkan keinginan untuk bermain di AS, juga banyak dikaitkan dengan Manchester City dan Paris Saint-Germain.
Sejauh ini, Messi masih merahasiakan pelabuhan berikutnya terkait potensi transfer dari Spanyol. Namundia akan menjelaskan kepada klub jika dia ingin pergi.
“Itu adalah cara untuk membuat poin dan mengungkapkan perasaan saya, ” kata Messi kepada La Sexta, sambil merefleksikan keluarnya kisah yang berantakan dan perselisihannya dengan publik Barcelona, serta dengan pPesiden Josep Maria Bartomeu pada awal tahun ini.
“Saya yang memberi tahu klub bahwa saya ingin pergi, saya merasa saya telah menyelesaikan siklus dan inilah waktu untuk meninggalkan klub yang telah memberi saya segalanya,” kata dia.
“Saya ingin memenangkan gelar dan berjuang untuk Liga Champions dan merasa sudah waktunya untuk perubahan. Presiden (Barcelona) kemudian mulai menyaring ini dan itu untuk melukiskan gambaran negatif tentang saya,” ungkap dia.
Meski memiliki perselisihan publik dan tidak diinginkan dengan klub, Messi mengatakan bahwa dia merasa waktunya di Nou Camp telah berakhir dan mengikuti keputusan tertentu di level manajemen.
“Jauh dari mudah bagi saya, untuk mengatakan saya ingin meninggalkan klub dan kota. Keluarga ingin tinggal di sini, ini adalah rumah mereka, tetapi saya benar-benar merasa sudah waktunya untuk pergi,” ujar dia.
“Kepergian Luis Suarez tidak ada hubungannya dengan keputusan itu, tetapi saya merasa cara penanganannya yang gila itu gila dan Barcelona membiarkannya pergi ke klub pesaing,” jelas Messi.
Terlebih dengan kedatangan manajer Ronald Koeman, yang telah merencanakan akan membekukan sejumlah pemain termasuk Suarez yang merupakan teman dekat Messi.
Messi menuturkan, betapa terkejut dan jijiknya dia di Barca karena mengizinkan mantan striker Liverpool itu pergi dengan gratis.
“Apa yang terjadi dengan Luis Suarez ke Atleti (Atletico Madrid) itu gila! Dia pergi dengan gratis, membayar sisa tahun kontraknya dan dia bergabung dengan tim yang berjuang untuk tujuan yang sama seperti kami. Luar biasa,” tuturnya penuh kesal.
Meski demikian, dia masih tetap berhubungan dengan Suarez dan mantan rekan serang mereka Neymar, yang saat ini di PSG, secara teratur.
“Kami berbicara banyak dan saya berbicara dengan Luis setiap hari. Terakhir kali saya berbicara dengan Neymar adalah setelah undian babak 16 besar (Liga Champions),” kata dia.
‘Mari kita tunggu dan lihat apa yang terjadi dan saya akan mengambil keputusan di musim panas. Klub sedang mengalami masa sulit secara finansial sehingga akan sulit untuk mendatangkan Neymar,” sambung dia.
Tak lama setelah Suarez meninggalkan Barcelona ke rival yang juga memburu gelar LaLiga, Messi langsung bicara dengan dewan di Barcelona karena menjalankan klub dan secara terbuka mengklaim bahwa dia ingin meninggalkan klub yang dibelanya sejak masih belia pada 2001 silam itu.
Hanya saja, berdasarakan kesepakatan Messi pada saat itu, untuk bisa pindah ke tempat lain, maka Messi harus berhadapan dengan pihak Barcelona di pengadilan. Tapi Messi yakin akan menang dalam pertarungan hukum melawan raksasa Catalan, karena dia tidak ingin meninggalkan mereka dengan cara itu.
‘Saya tahu bahwa jika kami pergi ke pengadilan, kami akan menang. Tidak hanya satu pengacara yang memberi tahu saya, banyak yang melakukannya. Tapi saya tidak ingin meninggalkan Barca dengan cara itu,” tegas dia.

Saat ditanya tentang sejumlah klub elit mana yang akan dituj Messi berikutnya, pemain berusia 33 tahun itu tampak santai menjawab dengan menolak langsung ke beberapa elit Eropa, termasuk perjalanan ke Manchester dan Paris. Karena selama Jaunari nanti dia tidak akan terburu-buru untuk meladeni semuanya dan fokusnya hanya tetap di Barcelona.
“Tidak, jauh dari itu, itu akan bertentangan dengan apa yang saya katakan. Rencana saya adalah melakukan semua yang saya bisa untuk klub saat ini,” kata dia, seraya menegaskan tidak akan bermain untuk Real atau Atletico Madrid.
Sebaliknya, Messi justru tertarik untuk pindah ke Amerika Serikat untuk beberapa musim dalam karirnya. Bukan ke Manchester City yang ada Pep Guardiola atau PSG.
“Saya ingin bermain di Amerika Serikat dan mengalami kehidupan dan liga di sana. Tetapi pada akhirnya kembali ke Barcelona dalam kapasitas tertentu. Saya tidak berpikir terlalu jauh ke depan dalam jangka pendek dan hanya ingin melihat bagaimana musim ini berakhir,” ungkap dia.
Hanya saja, Messi selalu memuji bagaimana cara Guardiola dan Luis Enrique memimpinnya dan menyebut keduanya adalah manajer terbaik yang pernah dia mainkan.
“Cara (Guardiola) dalam mempersiapkan pertandingan sangat luar biasa dan cara kerjanya yang dikerjakan Luis Enrique juga sangat baik. Saya beruntung bisa bekerja dengan kedua pria itu,” kata dia.
Setelah mengeluarkan beberapa ulasan pedas tentang hari-hari awal Koeman di Barcelona, tampaknya Messi sekarang sedikit bersikap hangat kepada manajer dan bersimpati dengan ‘transisi sulit’ nya.
“Sulit baginya karena kami sedang dalam transisi. Ada pemain baru dan bakat muda yang datang, jadi itu juga sulit,” jawab Messi ketika ditanya tentang arahan klub di bawah pelatih asal Belanda itu.
Dengan standar mereka yang hampir sempurna, Barcelona benar-benar berjuang bersaing dengan Real dan Atletico Madrid di musim pertama Koeman. Karena saat ini, klub yang telah merengkuh 26 kali juara liga utama Spanyol, berada di urutan kelima klasemen setelah 14 pertandingan dan terpaut delapan poin dari pemimpin liga Atletico Madrid, yang memiliki satu pertandingan di tangan. (aha)

















