KAYUAGUNG, fornews.co – Untuk saling menunjang kemajuan di masing-masing daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), bangun kerjasama dengan Pemkab Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung.
Adapun kerjasama yang dituangkan dalam nota MoU antara daerah yang berbatasan secara maritim Jumat (26/07), ini antara lain di bidang perhubungan laut, administrasi kependudukan catatan sipil, pertanian, pariwisata dan perikanan.
“Nota Kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Kementrian PUPR. Kita harus saling sinergi, serta saling menguatkan agar semua program pembangunan termasuk jembatan Bangka ke Sumsel, dapat terlaksana dengan cepat dan baik sehingga hasilnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat Ogan Komering Ilir dan Bangka Selatan,” ujar Wakil Bupati OKI, H M Djakfar Shodiq melalui keterangan pers yang diterima fornews.co, Minggu (28/07).
Shodiq mengungkapkan, Pemkab OKI, sangat mendukung rencana pembangunan jembatan yang akan kembali menyatukan Sumsel, dengan Babel tersebut. Ditambahkannya, Dinas PU OKI, juga sudah diatensikan untuk menindaklanjuti pembangunan akses jalan tembusan dari titik lokasi jembatan.
Saat ini, lanjutnya pemerintah pusat akan mempersiapkan feasibility study (FS) pembangunan jembatan. “Insya allah, kita mau segera mungkin. Tapi belum bisa menentukan kapan. Yang jelas kami Pemkab OKI, selalu mendukung pusat. Insya allah tahun 2020 sudah ada perencanaan,” terangnya.
Di lain pihak, Pemkab Basel, sendiri diinformasikan sudah mulai melakukan persiapan-persiapan di antaranya, akan membuka jalan penghubung yang panjangnya sekitar 128 kilometer.
Kehadiran jembatan selat Bangka yang akan menghubungkan Kabupaten OKI, Sumsel, dengan Basel, Babel diyakini oleh Wakil Bupati OKI, mampu mendongkrak ekonomi dua kabupaten ini. Hal ini menurutnya sudah dilakukan perhitungan yang cukup matang.
Dirinya menilai, kerjasama merupakan langkah tepat dalam pembangunan daerah. Tingginya produktivitas beras di Kabupaten OKI menurut dia potensial untuk dikirim ke Basel dan sekitarnya. “Kita punya beras dan produk-produk pertanian sedangkan Basel potensi lautnya luar biasa, jadi bisa saling menguatkan nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Basel, H Justiar Noer berharap, implementasi perjanjian kerjasama antara kedua daerah diharapkan adanya percepatan pembangunan bagi masing-masing daerah.
“Ada percepatan pembangunan yang kita harapkan baik itu dari distribusi barang maupun orang. mengingat saat ini melalui moda laut maupun udara sangat berbiaya tinggi,” ujar Justiar.
Justiar menilai, ke depannya kedua daerah ini akan saling mengisi baik secara ekonomi maupun pelayanan pemerintahan.
Sementara itu, dari laporan Disdukcapil Basel, banyak masyarakat asal OKI, berdomisili di wilayah Basel demikian warga Basel di wilayah OKI. “Kita ini dipisahkan lautan dan akan terhubung jembatan, jadi penting untuk saling menguatkan termasuk dalam penertan administrasi kependudukan,” tambahnya.
Sedangkan untuk menekan kecelakaan di laut melalui jalur tikus antara OKI dan Basel, kedua pihak (Pemkab OKI-Pemkab Basel) gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat agar berjalan sesuai aturan yang ada.
“Kalau yang ilegal itu tidak sesegera mungkin kita bina, takutnya kalau menemui permasalah maka akan sulit untuk mengcovernya. Di lalulintas Kabupaten OKI dan Bangka Selatan,” katanya. (rif)
















